Klaim Tidak Pernah Mendapat Sosialisasi

KULONPROGO-Proyek pembangunan jalan di Pedukuhan VI Siliran, Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kulonprogo, mendapat penolakan warga. Warga mengklaim selama ini tidak pernah mendapat sosialisasi. Padahal, alat berat sudah melakukan perataan lahan. “Ini proyek siapa? Saya pemilik lahan yang dilengkapi dengan sertifikat kok tidak mendapat pemberitahuan,” ucap salah satu warga pemilik lahan, Maryanto, Rabu (17/10).

Menurutnya, sebelum proyek dilaksanakan seharusnya dilakukan sosialisasi dan pemberitahuan. Khususnya warga yang tanahnya terkena proyek. “Saya minta proyek ini dihentikan sampai ada kejelasan,” tegasnya.

Maryanto menyatakan, pengelola proyek menanggapi atas permasalahan yang ada dengan deadline waktu tiga hari. Jika tidak ada itikad baik, dia akan menempuh jalur hukum. Sebab sudah terjadi perusakan. “Beberapa pohon sudah dirobohkan. Itu tepat di tengah. Lahan milik saya terbagi menjadi dua bagian dilalui jalan itu,” ucapnya.

Dikatakan, jalan yang diratakan sejauh 1 kilometer dan lebar empat meter. Proses pengerjaan menggunakan alat berat jenis loader. Kasus ini juga sudah sampai di meja bupati Kulonprogo. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Kulonprogo juga melakukan cek ke lokasi. “Akan saya cek. Sebab kami tidak ada proyek jalan disana,” kata Kepala DPUPKP, Kulonprogo, Gusdi Hartono.

Kasi Pemerintahan Desa Karangsewu Agus Ikhwanto mengaku piha pemerintah desa tidak tahu dengan proyek ini. Ia memastikan pengerasan jalan tersebut bukan proyek dari desa. Sebab tidak ada dalam rencana kegiatan yang dialokasikan dengan APBdes. “Saya malah baru dengar ini,” ucapnya.

Kasi Pembangunan Desa  Karangsewu,  Triyanto Harjono menambahkan, rencana pembangunan ini memang pernah muncul dalam musyawarah dukuh (Musduk). Namun desa juga tidak tahu tindaklanjutnya. Apakah saat ini sudah dimulai atau belum.  “Desa sendiri baru akan mengalokasikan anggaran pada 2019. Ini esuai dengan usulan masyarakat,” katanya. (tom/din/fj/mo2)