Berdiri sejak 1966, Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) senantiasa mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga perguruan tinggi swasta. Melalui beragam terobosan ilmu, Prodi Manajemen UAJY berupaya mempersiapkan lulusannya yang mampu beradaptasi dan kompetitif.

Hal ini disampaikan langsung Kepala Prodi Manajemen UAJY Debora Wintriarsi H, SE, MM, MSc saat ditemui di ruang kerjanya, gedung UAJY Kampus 3 Bonaventura, Rabu (17/10). Inovasi-inovasi pembelajaran ini diakui Debora bertujuan untuk menghadapi tantangan di era disrupsi.

Era disrupsi, di mana masyarakat telah menggeser beragam aktivitasnya di dunia nyata ke dunia maya, juga berpengaruh pada aspek bisnis dan pendidikan. Oleh sebab itu, Prodi Manajemen menerapkan kurikulum baru berbasis SN (Standar Nasional) Dikti. Kurikulum itu fokus pada manajemen berkelanjutan (sustainability management).

“Kurikulum itu dibangun sebaiknya untuk mempersiapkan kompetensi mahasiswa hingga empat tahun ke depan dan seterusnya,” ujar Debora. Ia menambahkan, kurikulum itu berdasarkan pendidikan teknologi digital dan berwawasan global.

Berlandaskan hal itu, Prodi Manajemen berupaya mengembangkan kemampuan mahasiswa terhadap beragam isu. Isu-isu tersebut terkait manajemen bisnis yang meliputi Profit, People, dan Planet. “Dunia bisnis tentunya tidak bisa lepas dari profit. Akan tetapi mahasiswa manajemen Atma Jogja juga harus memikirkan aspek manusia dan planet,” jelas Debora.

Prodi Manajemen membekali mahasiswa untuk mengelola sumber daya manusia sebaik mungkin. Hal itu berkaitan dengan peningkatan produksi jasa dan layanan di masyarakat. Kendati demikian, saat ini ada isu utama yang menjadi perhatian dunia, termasuk Prodi Manajemen, yakni isu planet.

Isu planet itu pun diaplikasikan pada beberapa mata kuliah seperti Lingkungan Bisnis, Sustainable and Green Management, Green Marketing, Manajemen Talenta, dan lain sebagainya. “Harapan kami dengan adanya kurikulum tersebut, mahasiswa bisa bermanfaat untuk keberlangsungan Indonesia, atau bahkan dunia,” kata Debora.

Sementara itu, pendidikan berbasis teknologi digital telah diterapkan oleh Prodi Manajemen. Tepatnya pada 2015, setiap mahasiswa dilengkapi dengan perangkat iPad. Melalui perangkat tersebut, mahasiswa bisa mengakses e-library yang menyediakan lebih dari 9.000 judul e-book.

Tak hanya mahasiswa, dosen pun merasakan kemudahan dengan adanya e-book tersebut. Bekerjasama dengan beberapa penerbit seperti Wiley, Pearson, dan Cengage, e-library menyediakan berbagai akses sumber informasi.

Lebih dari itu, Atma Jogja, termasuk Prodi Manajemen juga telah mengembangkan Learning Management System (LMS). “LMS merupakan situs belajar online yang mampu membangun sistem pembelajaran menjadi lebih interaktif dan efektif,” kata Debora.

Melalui layanan itu, dosen dan mahasiswa dapat berbagi data, mengunduh materi pembelajaran, mengerjakan tugas/kuis, serta mengumpulkannya secara online.

Debora Wintriarsi H, SH, MM, MSc (Kepala Prodi Manajemen UAJY)
(FAIRIZA INSANI/RADAR JOGJA)

Debora pun mengakui, adanya LMS memberikan kemudahan bagi dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan.

Ia juga menjelaskan banyak prestasi yang telah diukir oleh para mahasiswa, baik di bidang akademik, maupun non-akademik. “Di bidang non-akademik, kemarin ada yang menang lomba taekwondo. Paling banyak mencetak prestasi di bidang olahraga basket dan paduan suara,” ujarnya.

Debora mengatakan, minat calon mahasiswa terhadap Prodi Manajemen dari tahun ke tahun cukup meningkat. Baik itu kelas reguler yang mempunyai kuota 275 mahasiswa, maupun kelas internasional dengan kuota 30 orang.

Sedangkan untuk para mahasiswa lulusan Prodi Manajemen, ia mengatakan tidak ada spesifikasi peluang lapangan pekerjaan. “Prodi Manajemen mempersiapkan mahasiswa untuk bisa masuk dalam beragam jenis pekerjaan,” ujarnya. Mulai dari analis bisnis, manajer, wirausahawan, analis pasar modal, peneliti, hingga dosen. (cr9/laz/er/mo2)