Salah Satu Penyebab Pendaftar CPNS TMS

JOGJA – Pendaftaran calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkot Jogja resmi telah ditutup sejak senin (15/10). Total terdapat 11.027 pendaftar tes CPNS di lingkungan Pemkot Jogja. Tapi sebelum mengikuti tes, beberapa sudah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) administrasi.Di antaranya karena tidak bisa membedakan gubernur DIJ dan wali Kota Jogja.

Kepala Bidang Pengembangan Arparatur Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jogja Ary Irawan mengatakan beberapa pelamar yang dinyatakan TMS, karena salah menuliskan surat lamaran. “Harusnya kepada wali Kota Jogja, tapi ada yang ditulis wali Kota DIJ, itu jelas salah,” katanya Rabu (17/10).

Diakuinya masih ada pelamar, terutama dari luar daerah, yang tidak bisa membedakan gubernur DIJ dan wali Kota Jogja. Masalah lain yang masih terjadi, karena kurang dipenuhinya syarat administrasi. Ary mengatakan sebagian peserta yang dinyatakan TMS karena tidak lengkapnya berkas-berkas oleh peserta.

“Walaupun dari universitas negeri tetap harus meng-upload berkas akreditasi,” terangnya.

Selain itu masih ada 10 posisi lowongan CPNS yang tidak ada pendaftarnya. Yaitu untuk posisi tenaga medis.

Diantaranya adalah dokter spesialis anak, bedah syaraf, forensik, gizi klinik, jantung, jiwa, kulit dan kelamin, kesehatan paru-paru dan penyakit dalam. “Untuk lowongan di difabel juga masih kosong satu posisi di jabatan perekam medis trampil,” jelasnya.

Untuk posisi yang masih lowong BKPP Kota Jogja akan berkoordinasi dengan pusat. Ary menargetkan pada tanggal 18 Oktober proses verifikasi calon peserta sudah bisa dipastikan.

“Mengingat pada tanggal 21 sudah diumumkan siapa yang lolos dan meneruskan ujian tes dengan komputer,” jelasnya.

Tes rencananya akan dilaksanakan serentak, namun untuk tanggal pelaksanaan masih menunggu dari badan pusat. Untuk urutannya itu tergantung dari BKD DIJ dan BKN Pusat. Sedangkan untuk lokasi akan dilaksanakan di Graha Bakti Yasa, yang berada di timur GOR Amongrogo. (cr5/pra/zl/mo2)