JOGJA – Bisnis ikan gurami (osphronemus gouramy) saat ini memilik prospek menjanjikan. Peluang pembibitan ikan gurami ini ditangkap oleh lima mahasiswa Teknik Kimia Institut Sains & Teknologi (IST) Akprind Jogjakarta angkatan 2015 dengan bimbingan dosen Dewi Wahyuningtyas ST, M.Eng.

Kelima mahasiswa ini adalah Firman Ardyansyah, Angli Pramudita Kusuma, Abidah Walfathiyyah, Nur Muthia Al Fitria, dan Vinsensius Fererius Cakreswara Acintyasakti Samastabuana.  Penelitian untuk pengembangan bibit ikan gurami unggul menggunakan alat micro bubble generator (MBG).

Firman Ardyansyah selaku ketua tim mengatakan,  melihat laju pertumbuhan ikan gurami yang didukung teknologi pemeliharaan tepat, dapat menghasilkan produksi optimal dengan waktu relatif cepat. Penerapan kolam dengan teknologi micro bubble generator dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat pertumbuhan ikan gurami.

Gelembung MBG yang kaya oksigen dapat meningkatkan ketahanan hidup ikan, sehingga menghasilkan gurami dengan berat lebih dari 40 persen, panjang bertambah 30 persen, dan keselamatan hidup naik 9 persen. Teknologi ini juga mampu mempersingkat waktu panen benih ikan gurami dari 40 hari menjadi 35 hari. Banyaknya oksigen dalam air juga membuat ikan tahan terhadap serangan penyakit dan tidak mudah stres.

Dosen pembimbing Dewi Wahyuningtyas menuturkan, penerapan teknologi ini diterapkan di wilayah Grojogan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul.  Dengan percepatan waktu pertumbuhan, maka teknologi ini meningkatkan produktivitas dan laba penjualan. Hasil karya Firman Ardyansyah dkk ini mendapat pengakuan pemerintah melalui Direktorat Kemahasiswaan Kemenristekdikti, sehingga menjadi salah satu kelompok mahasiswa yang mampu meloloskan proposalnya dalam Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2018. (laz)