JOGJA – Karang Taruna kecamatan Jetis Kota Jogja melakukan penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi Sulawesi Tengah. Penggalangan dana dilakukan dengan lelang karya seni, diantaranya batik tulis flying canting UNY, mural oleh Ismu Ismoyo seorang seniman asal Gunungkidul. Total hasil lelang tiga batik dan satu mural, senilai Rp 6.465.100 juta.

Camat Jetis Kota Jogja Drs Sumargan M.Si mengapresiasi kegiatan galang dana untuk Sulteng. Menurut dia, bencana besar yang melanda warga Palu sangat memilukan. “Kepedihan yang dirasakan, mengingatkan pada gempa Bantul dulu. Dan sebagai warga Jogja, sudah semesti kita berempati pada peristiwa tersebut,” katanya kemarin.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Jetis Kota Jogja, Arif Nur Zukarnaen mengatakan, karang taruna sebagai garda depan pemuda, senantiasa berusaha berperan di masyarakat. Salah satu kegiatan yang menjadi kebiasaan, adalah kegiatan sosial.

“Penggalangan dana ini untuk menguatkan ikatan emosional kepada sesama, terutama pada saudara kita yang sedang terkena musibah, khususnya di Sulteng,” katanya. Kegiatan kebersamaan ini, juga untuk mempererat silaturrahmi, dan membangun solidaritas kepedulian sosial lintas pemuda.

Dalam penggalangan dana ini, Karang Taruna Kecamatan Jetis mengumpulkan bantuan berupa pakaian bekas bagus, logistik, dana hasil penjualan karya seni batik tulis dan mural, penjualan 1.000 cup kopi, dan sumbangan dari semua pihak. “Semua bantuan, baik berupa dana maupun barang, diserahkan ke Karang Taruna DIY untuk dapat segera didistribusikan pada korban gempa dan sunami di Palu,” terangnya.

Ketua Karang Taruna Kota Jogja Solihul Hadi, SH mengatakan pemuda karang taruna harus responsif dalam menanggapi isu sosial, ataupun  bencana yang terjadi, baik dalam skala sektoral maupun nasional. “Seperti acara galang dana yang dilakukan teman-teman Karang Taruna Jetis sangat baik dan membantu,” katanya.

Menurut Solihul Hadi, apa pun bentuk bantuannya, korban bencana senang menerimanya. Solihul Hadi mencontohkan saat dirinya mengirim bantuan dari Karang Taruna DIY ke Lombok (NTB) beberapa bulan lalu. “Masyarakat itu dibantu apapun sudah bahagia, sampai ada salah satu warga yang rumahnya hancur dan keluarganya meninggal berkata “kami dijenguk saja sudah senang sekali mas, apalagi diberi bantuan”, tandasnya.

Ketua Karang Taruna Cokrodiningratan, Kota Jogja, Yuli Gondes yang juga sebagai koordinator  kegiatan penggalangan dana untuk Sulteng ini, juga memberikan apresiasi. “Pemuda memang harus mampu berperan dalam segala hal, salah satunya kepedulian atas bencana alam. Disamping itu juga agar pemuda lebih berani untuk berkarya nyata atau dalam bahasa jawanya Talk Less Do More,” ujarnya sambil tersenyum. (**/jko/pra/zl/mo2)