SLEMAN – Jaringan Komunitas Ternate (Jarkot) pada Selasa (17/10) malam menghidangkan jamuan makan malam bak sultan di Atrium Sahid J-Walk. Makanan tersebut dihidangkan di meja panjang yang dihadiri undangan dari berbagai daerah. “Jamuan semacam ini sering kami hidangkan untuk tamu kehormatan,” jelas Kris Syamsudin, pendiri Jarkot.

Mulai dari nasi kuning, gohu ikan, sampai ketupat dengan berbagai bentuk terhidang di atas meja. Terkandung doa di tiap makanan. “Kalau dihidangkan dalam pernikahan, ketupat kerbau, atau yang disebut kobo, dimaknai sebagai simbol kesetiaan suami,” jelas Kris.

Selain mengandung doa, beberapa makanan mencerminkan sejarah masyarakat Ternate. Misalnya, Jaha yang berjumlah 10 potong yang melambangkan armada laut yang siap siaga melindungi warganya. Ada pula boboto, nasi kuning yang harus dimakan 4 orang yang melambangkan empat penguasa. “Tidak boleh lebih, tidak boleh kurang,” jelas Kris.

Berbagai jamuan yang dihidangkan kaya akan rempah, mulai dari cengkih, pala, sampai kayu manis yang membuat aromanya menyeruak di tiap sudut ruangan. “Semuanya kami bawa langsung dari ternate,” jelas Kris. Para tamu undangan pun tak kuasa menahan lapar ingin segera menyantap.

Acara ini merupakan rangkaian Indonesian Creative City Festival (ICCF). Ada pula penampilan dari Olsky dan Korekayu mengiringi perjamuan. “Semoga jamuan ini dapat memperlancar festival ini sampai selesai nanti,” jelas Kris.