SLEMAN – PSS Sleman mendapatkan lawan sepadan dalam babak delapan besar Liga 2 Indonesia yang akan mulai diputar 24 Oktober mendatang. Di grup B, Super Elang Jawa tergabung bersama tiga tim lainnya, Persiraja Banda Aceh, Persita Tanggerang, dan Madura FC.

Nama Persiraja dan Persita Tanggerang menjadi catatan tersendiri bagi PSS. Maklum, keduanya memiliki jam terbang cukup tinggi dalam mengarungi kasta tertinggi Liga Indonesia di era APBD. Sementara Madura FC memiliki catatan buruk bagi Super Elja.

Karena menjadi tim mampu memeberikan kekalahan di laga kandang maupun tandang.

Melihat kondisi yang ada di Grup B, semua tim diprediksi akan menjadi batu sandungan bagi Jodi Kustiawan dkk. Kehadiran stadion baru, membuat geliat tim asal Tanggerang, Banten kembali membuncah. Sementara Persiraja tampaknya ingin mengulang masa-masa indah saat mengarungi kasta tertinggi Liga Indonesia.

“Yang akan kami hadapi ini tim-tim terbaik,” kata Seto Rabu (17/10).

Itu kata dia, termasuk menghadapi tim peringkat 3 wilayah timur Madura FC. Seto menyebut Madura FC menjadi tim yang sulit untuk ditaklukkan di musim ini. Di Stadion Maguwoharjo, Super Elja harus tunduk dengan skor tipi 1-2. Sedangkan saat bermain di Stadion A Yani Sumenep, PSS kembali takluk dengan skor tipis 0-1.

“Saya dengar Madura FC akan menambah tenaga baru. Tentu mereka semakin kuat,” kata pelatih asal Kalasan itu.

PSS Sleman dijadwalkan akan melalukan debut delapan besar dengan menjamu Persita Tanggerang di Stadion Maguwoharjo Jumat (26/10). Setelah melakoni laga kandang, mereka bertolak ke kandang Persiraja Banda Aceh.

“Tentu sebelum fight di delapan besar, kami juga akan berbenah. Menambah skuad dan mempelajari peta kekuatan lawan,” tegas Seto.

Begitu pula dengan Salahudin. Allenatore Madura FC ini mengaku masih mempelajari gaya bermain dua tim asal wilayah barat. Dia mengaku sedikit melihat kekuatan dua timt tersebut melalui youtube. “Cuma tahu main melalui youtube,” katanya.

Sedangkan untuk PSS, dikatakan, tetap akan menjadi lawan terberat di babak delapan besar. Kemenangan di putaran grup, tidak menjadi jaminan akan terluang kembali. “Mereka juga punya ambisi lolos ke Liga 1,” jelasnya.  (bhn/din/rg/mo2)