SLEMAN – PSS Sleman bisa dibilang mendapatkan lawan sepadan dalam babak delapan besar Liga 2 Indonesia. Di grup B, Super Elang Jawa tergabung bersama tiga tim lainnya, Persiraja Banda Aceh, Persita Tanggerang dan Madura FC.

Nama Persiraja dan Persita Tanggerang menjadi catatan tersendiri. Keduanya memiliki jam terbang cukup tinggi dalam mengarungi kasta tertinggi Liga Indonesia di era APBD. Sementara Madura FC, memiliki catatan buruk bagi Super Elja, karena menjadi tim mampu memeberikan kekalahan di laga kandang maupun tandang.

Melihat kondisi yang ada di Grup B, semua tim diprediksi akan menjadi batu sandungan bagi Jodi Kustiawan dkk. Kehadiran stadion baru, membuat geliat tim asal Tanggerang, Banten kembali membuncah. Sementara Persiraja tampaknya ingin mengulang masa-masa indah saat mengarungi kasta tertinggi Liga Indonesia.

Melihat lawan-lawan yang akan dihadapi di babak delapan besar, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengaku masih buta akan peta kekuatan dua tim asal wilayah barat, Persiraja dan Persita. Pastinya, lawan yang dihadapi di delapan besar akan banyak menyulitkan skuadnya untuk merealisasikan ambisi lolos ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

“Yang akan kami hadapi ini tim-tim terbaik,” kata Seto, Rabu (17/10).

Termasuk, saat bertemu tim peringkat 3 wilayah timur, Madura FC. Seto menyebut Madura FC menjadi tim yang sulit untuk ditaklukan di musim ini. Di Stadion Maguwoharjo, Super Elja harus tunduk dengan skor tipi 1-2. Sedangkan saat bermain di Stadion A Yani Sumenep, PSS kembali takluk dengan skor tipis 0-1.

“Dengan Madura FC kita memang sering bertemu, Saya dengar mereka akan menambah tenaga baru, tentu mereka semakin kuat,” kata pelatih asal Kalasan.

PSS Sleman dijadwalkan akan melalukan debut delapan besar dengan menjamu Persita Tanggerang di Stadion Maguwoharjo Jumat (26/10). Setelah melakoni laga kandang, tim asal kabupaten berjuluk sembada ini bertolak ke provinsi paling utara pulau Indonesia, untuk bertemu Persiraja.

“Tentu sebelum fight di delapan besar, kami juga akan berbenah. Menambah skuad dan mempelajari peta kekuatan lawan,” tegas Seto.

Begitu pula dengan Salahudin. Allenatore Madura FC ini mengaku masih mempelajari gaya bermain dua tim asal wilayah barat. Dia mengaku sedikit melihat kekuatan dua timt tersebut melalui youtube. “Cuma tahu main melalui youtube,” katanya.

Sedangkan untum PSS, dikatakan, tetap akan menjadi lawan terberat di babak delapan besar. Kemenangan di putaran grup, tidak menjadi jaminan akan terluang kembali. “Mereka punya ambisi lolos ke Liga 1,” jelasnya. (bhn/ila)