SLEMAN-Kondisi Jembatan Merah di sebelah Jalan Affandi, Catur Tunggal, Depok, Sleman semakin memrihatinkan. Sebelumnya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas alibat munculnya lubang di sisi barat, kini seluruh jembatan ditutup total.

Sekretaris Kecamatan Depok Wahid Basroni mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk melakukan perbaikan. “Kami baru merapatkan dengan desa untuk menyusun langkah selanjutnya,” kata Wahid ketika dihubungi Senin (15/10).

Menurutnya, permasalahan Jembatan Merah ini masih berkutat pada lahan. Sebab, ada tanah yang merupakan milik perseorangan dan hingga kini belum jelas bagaimana mekanisme ganti ruginya. “Ini merupakan kendala utama kami,” bebernya.

Wahid menjelaskan sebelumnya ada wacana untuk melakukan tukar guling dengan tanah kas desa. Namun mekanisme semacam itu sudah tidak bisa dilakukan lagi. “Karena regulasi sekarang tidak membolehkan lagi,” bebernya.

Proses perbaikan total jembatan ini, kata Wahid, tidak bisa dilakukan cepat. Ada tahapan seperti rapat koordinasi yang harus dilakukan. “Jika bisa di anggaran 2019 akan kami mulai, tapi jika tidak akan kami alihkan ke sektor lain,” tuturnya.

Posisi jembatan, kata Wahid juga belum menemui kata sepakat. Bisa jadi ketika pembahasan untuk perbaikan jembatan disetujui bisa digeser atau tetap pada posisi semula. “Nantinya bisa digeser atau bagaimana masih kami bahas,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sapto Winarno menjelaskan sudah sejak lama pihaknya menunggu kepastian dari desa. Sebab, sudah sejak lama detail engineering design (DED) ada. “DED sudah ada, kami sebenarnya dalam posisi menunggu,” ujar Sapto.

Keberadaan jembatan di atas Sungai Gajah Wong ini memang dibutuhkan warga. Sehingga, untuk mengatasi masalah jembatan yang sudah menahun itu pihaknya melakukan perbaikan. “Kami lakukan perbaikan pada dasar jembatan dulu, dengan mengganti kayu,” jelasnya. (har/din/by/mo2)