BANTUL- PSIM Jogja punya sejarah mentereng di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. Tim berjuluk Laskar Mataram punya rekor belum pernah kalah kala bertanding di stadion ini. Nah, sore ini rekor itu akan dipertaruhkan kala menjamu Madura FC.

Ya, Hendika Arga Permana dkk akan menjalani laga pamungkas Liga 2 Indonesia musim ini, dengan menjamu Madura FC. Misi lain anak-anak Jogja ini juga menyuguhkan kemenangan demi memberikan kado manis bagi para pendukung.

Meski laga nanti sudah tak lagi menentukan bagi kedua tim, Laskar Mataram bertekad menyuguhkan permainan terbaiknya guna meraih poin penuh. ”Kami akan menutup musim dengan hasil maksimal,” kata pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak.

Upaya PSIM untuk menjungkalkan Laskar Jokotole-julukan Madura FC, di SSA memang terbuka lebar. Setelah memastikan lolos ke babak delapan besar, bukan tidak mungkin pelatih Madura FC Salahudin lebih mengistirahatkan pemain inti guna menghindari cedera.

Meski hanya menghadapi barisan pelapis skuad Madura FC, Bona menginstruksikan kepada anak asuhnya untuk tidak menganggap remeh tamu. Justru dengan tidak adanya beban, tim tamu akan bermain lebih lepas dan akan membuat sulit anak asuhnya. ”Bisa jadi anak-anak yang terbebani. Makanya kami minta laga terakhir bisa bermain lebih enjoy,” kata Bona.

Setelah kekalahan atas PSS Sleman di Maguwoharjo, diprediksi PSIM Jogja akan melakukan beberapa perubahan. Yang mencolok yakni lemahnya sisi kiri pertahan yang dijaga Crah Angger. Ketika itu zona flank yang dijaga eks pemain PSS tersebut banyak dieksploitasi Rifal Lastori. Posisi Angger, besar kemungkinan akan digantikan Rismain Maidulah.

Sedangkan di sektor gelandang bertahan, peluang Fachri Muslim untuk bermain sejak menit pertama cukup besar menggantikan Yoga Pratama. Pada musim ini, Fachri Muslim memang jarang mendapatkan kesempatan bermain, seiring gemilangnya penampilan Yoga. ”Tidak banyak perubahan, kalau pun ada hanya beberapa yang akan kami ubah komposisinya,” kata pelatih berdarah Batak.

Begitu juga dengan Raymond. Pemain asal Makasar, Sulawesi Selatan ini pun bertekad memberikan kemenangan bagi Laskar Mataram di laga penutup nanti. Kemenangan yang diraih di laga penutup akan didedikasikan kepada para pendukung yang sangat setia memberikan dukungan kepada timnya. ”Ini musim berat bagi kami. Bermain dengan minus sembilan bisa bertahan di liga 2, tentunya berkat dukungan para suporter,” katanya.

Pelatih Madura FC Salahudin menjadikan laga melawan PSIM sebagai pemantapan dalam menyongsong delapan besar. Dia pun menampik tim lapis kedua yang dibawa dapat memberikan kemenangan mudah bagi lawan.

Madura FC dipastikan tidak akan diperkuat oleh tiga pemain kunci, Yusuf Effendi dan Iman Budi yang cedera serta Beny Ashar yang masih dalam masa berduka. ”Madura FC tidak ada inti dan cadangan,” tegas Salahudin.

Dia menilai lawan yang akan dihadapi merupakan tim tua yang memiliki pengalaman bertanding. Dia pun memuji kualitas permainan kolektif yang mampu membawa PSIM Jogja pada level seperti saat ini. (bhn/din/rg/mo2)