PURWOREJO – Sedikitnya 98 personel dari anggota Kodim 0708, Polsek Loano, organisasi perangkat daerah (OPD) pemkab dan warga Desa Tepansari akan bahu membahu melakukan serangkaian pekerjaan dalam kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III tahun anggaran 2018. Setidaknya ada tiga kegiatan fisik dan dua kegiatan tambahan dalam program ini.

Hal itu disampaikan Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Muchlis Gasim dalam pembukaan TMMD Sengkuyung yang dipusatkan di Desa Tepansari, Loano, kemarin (15/10). “Seperti sebelumnya, kegiatan TMMD meliputi sasaran fisik dan non fisik. Dan sekarang ditambah sasaran tambahan,” kata Gasim.

Kegiatan fisik sendiri meliputi pembangunan jalan cor blok sepanjang 800 meter untuk meningkatkan akses desa serta pembuatan talud sepanjang 20 meter dan pembuatan gorong-gorong jalan sepanjang tiga meter.

“Dalam TMMD kali ini, kami juga akan melakukan bedah musala yang ada di Tepansari. Rencananya ada dua musala yang akan ditingkatkan serta melakukan bedah sebuah tempat penjagaan atau poskamling warga,” tambah Gasim.

Sedangkan untuk kegiatan non fisik, pihaknya melibatkan beberapa unsur dari Pemkab Purworejo untuk penyelenggaraan berbagai penyuluhan dari agama, kependudukan, pertanian, pendidikan, penanggulangan bencana serta lingkungan hidup.

“Sosialisasi ini penting bagi masyarakat untuk peningkatan pengetahuan mereka. Yang lain tentang pertahanan negara, hukum dan narkoba, serta kembatibmas serta layanan kesehatan KB,” jelasnya.

Meski terus diselenggarakan dan meningkat menjadi tiga kali dalam setahun, keberadaan TMMD tetap dinanti masyarakat, utamanya perdesaan. Pihaknya sendiri harus cermat menentukan tempat agar kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Pelaksanaan TMMD akan dilakukan hampir satu bulan, 15 Oktober ini hingga 13 November mendatang. Sebelumnya kita juga sudah lakukan pra pelaksanaan selama 10 hari,” katanya.

Soal dana yang digunakan untuk seluruh kegiatan, Gasim menyebutkan senilai Rp 218.600.000. Anggaran itu diperoleh dari APBD tingkat Provinsi Jateng senilai Rp 140 juta, pemkab Rp 55 juta dan swadaya masyarakat sebesar Rp 23,6 juta.

Pembukaan kegiatan TMMD ini sendiri dilakukan langsung oleh Bupati Agus Bastian. Dia datang bersama anggota Forkompimda Purworejo seperti Kapolres AKBP Teguh Tri Prasetya, Kejari Alex Rahman dan Ketua PN Purworejo Sutarno.

Usai pembukaan ditandai penyerahan berbagai alat yang dibutuhkan, rombongan mengunjungi beberapa lokasi yang menjadi sasaran kegiatan. Selama berada di Tepansari, bupati  menyempatkan ke lokasi pembangunan jembatan desa yang menjadi akses warga tiga desa, Tepansari, Guyangan dan Kaliglagah.

Pembangunan jembatan akan menelan dana Rp 2 miliar lebih yang ditanggung ketiga desa. Jembatan akan menggantikan jembatan gantung yang ada, adapun progresnya hingga saat ini telah terbangun setengah bagian, sisanya masih berupa jembatan gantung dan akan diselesaikan di tahun 2019. (udi/laz/er/mo2)