TMMD Reguler Ke- 103 Tahun 2018

SLEMAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali digelar. Desa Balecatur, Gamping, Sleman terpilih sebagai lokasi sasaran TMMD Reguler ke-103 Tahun 2018. Ini berdasarkan surat telegram Danrem 072/PMK No STR/164/2018 tertanggal 21 September 2018. TMMD digelar selama 30 hari. Mulai Senin (15/10) hingga Selasa (13/11).

Komandan Kodim 0732/Sleman Letkol Inf Diantoro mengungkapkan, TMMD Reguler 2018 terbagi dalam sasaran fisik dan non fisik. Sasaran fisik meliputi pembangunan talud jalan dan corblok sepanjang seribu meter, rehab masjid, pembuatan poskamling, serta rehab tujuh rumah tidak layak huni (RTLH). Sedangkan kegiatan non fisik difokuskan pada sosialisasi dan penyuluhan. Total ada 18 sasaran non fisik. Disesuaikan kebutuhan masyarakat Balecatur. Di antaranya, penyuluhan kesehatan, keluarga berencana, napza, wawasan kebangsaan, dan pendidikan karakter. “TMMD Reguler 2018 menyerap anggaran Rp 720 juta yang bersumber dari APBD DIJ dan APBD Sleman. Ditambah Rp 68 juta dari dana pendampingan desa,” ungkap Diantoro yang juga bertindak sebagai Dansatgas TMMD Reguler 2018.

Adapun upacara pembukaan TMMD Reguler 2018 dibuka secara simbolis oleh Wakil Gubernur DIJ Paku Alam (PA) X dengan pemukulan kentongan. Ini sekaligus menandai dimulainya kegiatan TMMD. Upacara pembukaan TMMD dilaksanakan di Lapangan Balecatur, Gamping.

Dalam kesempatan itu PA X menekankan pentingnya peran prajurit TNI bagi pembangunan infrastruktur daerah. Khususnya lewat program TMMD. “Program TMMD masih sangat dibutuhkan. Sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lewat TMMD Reguler 2018, lanjut PA X, TNI tidah hanya berkutat pada bidang pertahanan negara. Tapi juga memberikan sumbangsih terhadap kemajuan masyarakat. Serta percepatan pembangunan daerah. “Terlebih pembangunan karakter generasi muda di wilayah TMMD,” tutur PA X.

Semangat membangun desa itu tercermin dalam tema TMMD “TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju, Sejahtera, dan Demokratis”. Menurut PA X, setiap karya prajurit TNI sebenarnya sudah menunjukkan hakikat kemanunggalan. Yang lahir dari perjuangan. TNI juga lahir dari rakyat. Karena itu TNI dan rakyat saling melengkapi dan membutuhkan.

Dikatakan, karya TMMD merupakan hasil lintas sektoral. Melibatkan unsur TNI, Polri, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, serta komponen lain. Dengan tujuan utama meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di beberapa daerah tertinggal dan yang terkena bencana.

Antusiasme warga Balecatur menyambut TMMD tampak sejak kemarin pagi. Seperti ditunjukkan siswa-siswi SDN 1 Balecatur. Mereka turut menyiapkan keperluan upacara pembukaan TMMD. Mereka membantu personel Kodim 0732/Sleman membersihkan halaman sekolah dan merapikan meja/kursi serta aula yang menjadi tempat transit peserta upacara.

“Kami memang sangat mengharapkan partisipasi warga mulai pembukaan, pelaksanaan, hingga penutupan TMMD sebulan ke depan,” ujar Danramil 17/Gamping Mayor Arh Sugeng. (*/har/yog/by/mo2)