Dengan Turunkan Pemain Pelapis

MOJOKERTO – Sudah pasti menjadi capolista klasemen wilayah timur Liga 2 Indonesia, PSS Sleman hanya akan menurunkan para pemain pelapisnya saat melawat ke Stadion Gajah Mada Senin sore (15/10). Melawan PS Mojokerto Putra (PSMP), PSS tidak mau mengambil risiko diterpa cedera pemain.

Meskipun begitu Green Falcon dipastikan tetap akan tampil maksimal. Terlebih bakal menghadapi permainan ngotot Laskar Majapahit yang masih berjuang mengamankan tiket delapan besar. Kemenangan akan membuat PSS meruntuhkan rekor 100 persen kemenangan kandang PSMP.

Saat away terakhir wilayah timur, PSS juga hanya membawa 14 pemain. Nama-nama seperti Christian Gonzales, Arie Sandy, Ichsan Pratama, Rifal Lastori, Slamet Budiono, atau Dave Mustaine tidak diikutsertakan pelatih PSS Seto Nurdiyantara.

“Kami memberikan waktu recovery bagi pemain yang kerap tampil,” kata Seto.

Upaya mematahkan rekor kemenangan kandang yang dimiliki tuan rumah diharapkan menjadi pelecut bagi PSS Sleman. Sampai dengan pekan terakhir skuad PSMP asuhan Jamal Yastro, telah mencatatkan sepuluh kemenangan saat bermain di hadapan publik sendiri.

“Mereka tim yang sulit dikalahkan di kandang,” kata Seto.

Ya, skuad asuhan Seto ini memang harus mewaspadai agresivitas Laskar Majapahit. Torehan 27 gol, sembilan diantaranya dari penalti menandakan produktivitas Indra Setiawan dkk saat bermain di kandang.

Dengan skuad ala kadarnya, misi PSS memutus kemenangan kandang PSMP jadi pekerjaan berat. Apalagi selama ini PSS Sleman kerap bergantung pada sosok Ichsan, Gonzales dan Rifal.

“Yang terpenting anak-anak enjoy, bermain seperti laga-laga biasanya,” katanya.

Sementara itu pelatih Jamal Yastro mengatakan PSMP bisa menurunkan skuad terbaiknya. Meski tim tamu tampil tidak dengan skuad terbaiknya, dia tetap meminta kepada anak asuhnya untuk tetap bermain disiplin dan tidak menganggap remeh.

“Kualitas pemain inti dan pelapis mereka sama baiknya. Tetap harus kami waspadai,” jelasnya.

Jamal bertekad menutup laga terakhir dengan kemenangan dan mengantarkan timnya merebut tiket terakhir delapan besar. Dengan posisi yang belum benar-benar aman dari zona empat besar, dia ingin anak asuhnya bermain layaknya partai menghadapi partai final.

“Pemain harus bisa memenangkan pertandingan,” tegasnya.

Tiket delapan besar wilayah timur sudah dikunci PSS Sleman, Kalteng Putra dan Madura FC. (bhn/pra/zl/mo2)