BANTUL – Tri Mulyadi nelayan Pantai Samas akhirnya dapat bernapas lega. Itu karena kasusnya, yang menangkap kepiting di muara, tak jadi diajukan sampai ke meja hijau. Tapi dilimpahkan penangananya ke Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) DIJ.

“Saya dan nelayan lainnya sudah plong,” ungkap Tri kepada Radar Jogja ditemui di Pantai Samas Minggu (14/10).

Dia berharap DKP DIJ segera menurunkan tim melakukan sosialisasi kepada nelayan. Terutama, lanjut dia, terkait aturan yang detil mengenai pelarangan penangkapan ikan. Itu untuk mengantisipasi kejadian yang sama tidak terulang kepada nelayan lainnya. Terlebih para nelayan masih trauma dengan proses hukum yang sempat dijalaninya.

“Hingga kini, nelayan masih serabutan belum bisa melaut. Kalau sosialisasi segera dilakukan, nelayan akan lebih tenang melaut,” tuturnya.

Tapi Tri juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini. Pria 31 tahun itu didampingi oleh 22 pengacara. Sebanyak 21 pengacara dari ikatan pengacara Indonesia (Ikadin) DIJ dan satu pengacara yang diinisiasi oleh salah satu Ormas, Hilarius Ngajimero. “Saya dikabari Selasa (8/10) lalu. Sekaligus serah terima berkas,” tegasnya.

Hilarius menilai penyerahan kasus kliennya dari Polair Polda DIJ kepada DKP DIJ berarti menggugurkan status tersangka pada Tri Mulyadi. Apalagi DKP DIJ tak ingin memperpanjang sampai meja hijau. Tapi memilih untuk melakukan pembinaan. “Saya rasa langkah Polair sudah tepat,” terangnya. (ega/pra/fj/mo2)