Pemprov Siapkan Rp 600 juta untuk Perawatan

JOGJA – Kurang setahun beroperasi, toilet bawah tanah yang berada di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja sudah mengalami kerusakan. Masyarakat dan wisatawan sebagai pengguna diminta juga turut menjaga toilet yang diklaim bintang lima itu.

Radar Jogja pekan lalu mencoba kembali toliet yang tampilannya sama dengan museum Louvre Perancis itu. Hasilnya, setelah beberapa waktu lalu kaca yang retak, kini fasilitas seperti kran wastafle, shower, splash. Kaca atap toilet juga masih mengalami kerusakan.

Salah seorang petugas cleaning service Hengki mengaku kerusakan sudah dilaporkan ke Pemprov DIJ sebagai pengelolanya. Menurut dia sudah ada perbaikan, meski belum semuanya. “Hanya masih bertahap, jadi belum semuanya usai,” katanya beberapa waktu lalu.

Toilet bawah tanah yang sudah beroperasi sejak Februari lalu, saat ini masih berada dibawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ. Hengki menambahkan toilet yang menghabiskan biaya pengerjaan Rp 5,7 miliar itu menjadi jujukan para pengunjung. “Pada hari biasa bisa 800-1.000 orang yang datang, saat weekend bisa lebih banyak,” tutur Hengki yang memperkirakan banyaknya pengunjung menjadi penyebab kerusakan fasilitas toilet.

Pemprov DIJ sendiri menganggarkan dana Rp 600 juta untuk menunjang toilet bawah tanah, bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan secara gratis sampai akhir Desember 2018. Ditemui terpisah, Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Permukiman Dinas PUP-ESDM Arief A Zain mengakui adanya kerusakan di toilet bawah tanag. Untuk itu sudah dilakukan koordinasi dengan pihak pengelola. Dalam hal ini pihak ketiga yang menangani toilet bawah tanah adalah PT Prima Mandiri Infotama.

Pengelola, lanjut Arief, sudah memperbaiki kerusakan yang terjadi pada beberapa fasilitas. Komponen yang rusak pada kran yang mati, akan segera diganti dengan komponen yang baru. Itu karena tidak memungkinkan jika mengganti kran yang lama dengan kran yang baru. “Misal saja kran, kalau mau mengganti dengan yang baru harus dibongkar. Jadi kita usahakan mengganti komponen bagian dalam yang mengalami kerusakan,” jelas Arief.

Dinas PUP-ESDM DIJ selalu melakukan pengecekan berkala untuk meninjau perkembangan toilet bawah tanah. Bagi Arief, kerusakan teknis seperti ini akan diminimalisir untuk kenyamanan pengunjung toilet bawah tanah.

Tapi Arief juga berharap pengguna toilet bawah tanah untuk selalu menggunakan dan merawat fasilitas publik dengan baik. “Sama-sama menjaga saja. Pemprov dan pengelola merawat, pengunjung menggunakan dengan baik,” tandasnya. (cr7/pra/er/mo2)