SALAH SATU budaya gotong royong sebagai intisari pengamalan nilai-nilai Pancasila juga tersimak dalam program Bedah Rumah Non APBD yang menjadi pembeda antara Kabupaten Kulonprogo dengan Kabupaten/Kota lainnya di DIJ, bahkan di Indonesia.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mencanangkan tiada hari minggu tanpa bedah rumah. Sedikitnya dua rumah dibedah dengan cara gotong royong dalam seminggu. Intinya semua dilakukan atas dasar masyarakat untuk bergotong royong, menebalkan empati dengan sesama warga yang tidak mampu.

“Kegiatan ini bisa dikatakan tidak bisa dinilai dengan uang, karena semangat gotong royong masyarakat jauh lebih besar. Dana stimulan dari Baznas Rp 15 juta setelah menjadi rumah bisa bernilai Rp 30 juta lebihnya. Tidak melulu uang, masyarakat juga banyak yang menyumbang kayu (pohon), bambu, pasir dan apa saja yang bisa diperbantukan, bahkan tenaga tukang dan makanan,” kata Kasubag Sosial Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Setda Kulonprogo Mudopati.

Respons dan antusias masyarakat dalam program bedah rumah ini sangat tinggi. Mereka membentuk kapanitiaan dalam kegiatan bedah rumah. “Kegiatan ini bantuannya tidak langsung ke pemilik rumah, tetapi ke kepanitian di lokasi tersebut. Yang punya rumah hanya trimo mateng (terima jadi, Red), masyarakat Kulonprogo sudah terbentuk seperti itu,” ucapnya.

Berdasarkan catatan Baznas Kabupaten Kulonprogo, tahun 2017 sedikitnya dana yang disalurkan telah digunakan untuk membedah 42 unit rumah se Kulonprogo. Masing-masing penerima bantuan memperoleh Rp 15 juta dari uang yang disisihkan oleh pegawai negeri muslim. Tahun 2018 per Oktober telah dibedah sebanyak 29 unit rumah.

Ada juga dana persembahan yang disisihkan oleh pegawai negeri di lingkungan Pemkab Kulonprogo non muslim (Nasrani). Dana persembahan ini sama dengan dana Bazda yang terkumpul dari pegawai negeri muslim di Kulonprogo.

Terkait dana persembahan, ada lima poin yang difokuskan. Selain bedah rumah, ada bantuan usaha bagi warga, pendidikan bagi yang kesulitan biaya sekolah atau seragam, bantuan untuk warga sakit baik yang dirawat di rumah sakit atau di rumah. (*/tom/laz/by/mo2)