Cari Ikan Bareng-Bareng

dengan Masuk Telaga

PURWOREJO – Telaga besar di bawah perbukitan Desa Tlogobulu, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, menjadi perhatian masyarakat Minggu (14/10). Mereka menunggu komando untuk nyemplung ke dalam telaga dalam kegiatan Nguber Jombor, sebuah tradisi yang berjalan turun menurun sejak dulu kala.

Nguber Jombor sendiri adalah mencari ikan dalam telaga. Pelaksanaan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Sempat vakum empat tahun terakhir, tradisi Nguber Jombor kali ini dibarengkan peluncuran badan usah milik desa (Bumdes), di mana terdapat berbagai kegiatan pendukung, utamanya kesenian.

Warga setempat, Sumardi, mengungkapkan, tradisi Nguber Jombor sudah ada sejak ratusan tahun silam. Kegiatan ini diselenggarakan menjelang musim penghujan. Mereka mencari ikan dengan alat tradisional atas ikan yang ditebar setahun sebelumnya.

“Ini sudah turun menurun kami lakukan. Kegiatan ini sekaligus untuk membersihkan kotoran yang ada dalam kolam,” kata Sumardi yang dipercaya sebagai direktur Bumdes Tlogojoyo, desa setempat.

Diungkapkan Sumardi, untuk menjaga populasi ikan, selama ini pihak desa memang melarang warga menangkap ikan di telaga tersebut. Larangan ini diberikan saat hendak digelar Nguber Jombor. Dan selama ini pun jika ada warga yang hendak menangkap ikan, paling banter hanya menggunakan pancing. “Ikan yang kami tebar itu ada yang bisa mencapai bobot 5 kilogram,” jelas Sumardi.

Nguber Jombor sendiri selama ini hanya diperuntukkan bagi warga setempat. Warga dari luar wilayah atau desa tidak diperkenankan ikut menguber ikan yang ada. “Ini sudah turun temurun ada larangan itu. Kami hanya melanjutkan saja,” tambahnya.

Warga yang mendapatkan ikan terbesar atau terberat, mendapatkan hadiah dari perlombaan itu. Kegiatan ini sangat menarik minat kunjungan masyarakat, bahkan Camat Kaligesing Bagas Adi Karyanto berkesempatan menunggu seluruh prosesi dilangsungkan.

“Saya tertarik dengan kegiatan ini, karena bisa menjadi atraksi wisata. Potensinya besar dan layak dijual untuk pariwisata,” jelas Bagas. Ia meminta agar pengelola lebih baik lagi dalam mengemas kegiatan ini, sehingga akan semakin banyak pengunjung yang datang. Sebagai bentuk kearifan lokal ia berharap tradisi ini dilestarikan.

Selain kehadiran Camat, ada perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang datang. Demikian juga dengan Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi Mulyono. “Saya mengapresiasi dengan langkah desa menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Pasti hal ini sudah ada turun temurun,” kata Luhur.

Dari kegiatan itu, Luhur melihat ada bentuk kekompakan dan keguyuban warga. Nguber Jombor sendiri, menurutnya, bisa diartikan sebagai bentuk kecintaan terhadap alam yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. (udi/laz/er/mo2)