MAGELANG – Sebagai seorang pendidik, guru harus selalu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan sesuai eranya. Hal itu yang membuat guru harus selalu update dengan segala hal yang ada di sekitarnya.

Langkah itu merupakan awal untuk menjadi guru yang profesional.

“Sesuai Hadis Nabi Muhammad SAW, didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya. Ini mengandung arti, guru harus ikuti perkembangan. Guru zaman now, harus update,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkot Magelang Taufik Nurbakin saat membuka Workshop Guru Profesional dalam Membangun Karakter Bangsa, akhir pekan lalu.

Menurut Taufik, kata kunci keberhasilan suatu negara bisa dilihat dari  pendidikannya. Sedangkan kunci keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada sosok guru. Yakni guru yang baik dan profesional. “Workshop ini menjadi salah satu langkah menuju guru profesional,” tuturnya.

Kegiatan ini dalam rangkaian kegiatan HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional 2018. Selain workshop guru di Hotel Atria dengan pembicara Prof Dr  Suyanto (mantan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud) dan Nurwiyono MPd (Kepala SMPN 1 Magelang), juga diadakan lomba nyanyi tunggal dan tennis meja. Rencananya  6 November mendatang  diadakan donor darah.

Ketua PGRI Kota Magelang Sumartono menjelaskan, workshop ini merupakan suporting PGRI kepada anggotanya agar mampu meniti karir dengan baik, melalui penerapan kenaikan pangkat yang lancar.

Di mana kendala kenaikan pangkat guru di antaranya karena masalah pengembangan keprofesioan berkelanjutan (PKB).  Baik itu  berupa pengembangan diri (PD), publikasi ilmiah (PI) maupun karya inovatif (KI).

“Salah satu wujud dari pengembangan guru adalah program sagu sabu, atau satu guru satu buku. Saat ini sudah ada puluhan buku yang merupakan karya guru Kota Magelang,” ungkap Sumartono yang juga Penjabat (Pj) Sekda Pemkot Magelang. (dem/laz/er/mo2)