HUT Ponpes Ora Aji Kalasan

SLEMAN – Peringatan ulang tahun ke-6, Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji Kalasan Sleman dirayakan dengan cara berbeda. Para tokoh dan artis ibukota juga turut menghadiri perayaan HUT Ponpes yang diasuh KH Miftah Maulana Habuburrahman atau Gus Miftah itu.

Rangkaian acara yang dilaksanakan mulai 13-14 Oktober tersebut menarik antusias masyarakat khususnya di daerah Purwomartani Kalasan. Tokoh yang hadir mulai dari Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dan Wakil Walikota Jogjakarta Heroe Poerwadi juga nampak hadir. Ada pula Sekjen PBNU A. Helmy Faishal Zaini dan Wakil Ketua Komisi I DPR-RI Hanafi Rais. Hingga penyanyi Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang lebih akrab disapa Opick dan artis Princess Cinta Penelope.

Saat ditemui langsung di halaman Ponpes, Gus Miftah mengaku senang dan bersyukur melihat animo masyarakat. “Alhamdulillah dari tahun ke tahun tambah ramai,” katanya di sela-sela acara perayaan ulang tahun, Minggu (14/10). Melalui acara ulang tahun tersebut, ia ingin keberadaan ponpes bisa memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat.

Gus Miftah pun senang karena yang hadir dalam milad ponpesnya tak hanya orang muslim. Tapi seluruh kalangan masyarakat. Karena itu dalam HUT juga menghadirkan aksi pentas barongsai. Ponpes Ora Aji juga menyelenggarakan jalan santai. Jalan santai yang diikuti oleh ratusan warga itu diyakini Gus Miftah mampu menyatukan antar umat beragama.

“Sesuai dengan harapan kami yakni menjaga kerukunan, dan tentunya memberikan nilai manfaat pada masyarakat,” ujarnya.

Acara pada Minggu pagi itu diawali kegiatan jalan santai yang dibuka dengan doa. Gus Miftah mengajak masyarakat untuk beroda dan prihatin atas musibah yang terjadi di Sulawesi Tengah. Selain jalan santai, ada pula lomba mewarnai dan lomba pawai hadroh.

Sedang pada sabtu malam (13/10), acara diisi dengan pengajian. Dalam kesempatan itu Opick sempat didaulat membawakan dua lagu dan bershalawat bersama jamaah.

Seusai pengajian, Opick menyatakan siap jika dibutuhkan untuk melakukan syiar islam lewat lagu di Pasar Kembang (Sarkem). “Pokoknya saya menunggu arahan dari Kyai saja,” jelasnya sambil melirik Gus Miftah. Untuk waktu, Gus Miftah masih berusaha mengatur agar sesuai dengan agenda lain. Opick bercerita, sebenarnya dakwah di tempat prostitusi pernah dilakukan oleh mendiang Jefri Al-Bukhori secara sembunyi-sembunyi. “Sekarang Gus Miftah melakukannya secara terang-terangan. Keberaniannya luar biasa,” tuturnya.

Dalam pengajian yang dihadiri tidak kurang dari 4.000 jamaah itu, Gus Miftah mengaku ada kelompok pengajian dari Sarkem, yang merupakan tempat prostitusi di Kota Jogja. “Mereka hadir sekitar dua bus, namun kami samarkan agar tidak jadi sasaran wartawan,” jelas Gus Miftah. (cr9/cr10/pra/zl/mo2)