BANTUL – Gelaran pemilihan lurah desa (pilurdes) serentak digelar Minggu (14/10). Dari hasil penghitungan suara diketahui tidak sedikit calon lurah desa petahana yang kembali melenggang. Namun, jamak pula yang gagal kembali menjabat pada periode kedua. Alias tumbang.

Hingga kemarin sore, baru 21 desa yang telah melaporkan hasil penghitungan suara ke Bagian Administrasi Pemerintah Desa Setda. Sembilan desa lainnya masih menunggu.

Dari hasil rekapitulasi suara ini diketahui ada sembilan desa yang dipastikan kembali dipimpin lurah petahana. Yakni, Desa Wirokerten, Sitimulyo, Tamantirto, Argorejo, dan Sabdodadi. Juga Desa Selopamioro, Parangtritis, Trimurti, dan Panggungharjo.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Setda Bantul Jazim Azis menyebut di antara calon petahana yang tumbang adalah Zubaidi, Muh Suharto, Welasiman, dan Daru Kisworo. Calon petahana lurah Desa Bantul, Guwosari, Terong, dan Panjangrejo ini harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.

Merujuk data sementara Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Setda, di antara calon lurah baru lainnya adalah Ahmad Furqon (Wonolelo), Sulistyo (Ringinharjo), Susilo (Wukirsari), dan Agus Purnomo (Dlingo).

”Lainnya (hasil penghitungan suara di sembilan desa, Red) masih dalam proses,” ucapnya.

Ketua Panitia Pilurdes Bantul Muhammad Imam Santoso mengatakan, perolehan suara Supriyadi cukup telak. Selisihnya hampir mencapai 50 persen dari empat lawannya. Termasuk calon petahana Zubaidi. Dia hanya berada di urutan ketiga terbanyak dengan 1.158 suara.

”Memperoleh 5.881 suara dari jumlah pemilih 9.273 orang. Total hak pilih di Desa Bantul 11.986 orang,” sebutnya.

Dari hasil evaluasi, dia memastikan penyelenggaraan pilurdes di Desa Bantul berjalan kondusif.

Ketua Badan Permusyaratan Desa (BPD) Desa Bantul Muh Basori menyampaikan panitia dan pamong telah melakukan berbagai upaya antisipasi bentrok antarpendukung.

”Sehingga kami optimistis bakal berjalan kondusif hingga tahapan terakhir,” tambahnya. (ega/zam/fj/mo2)