Tidak sedikit wisatawan yang menyayangkan terputusnya akses menuju bangsal. Sebab, bangsal merupakan salah satu jujukan wisatawan kala berlibur di Gua Selarong. Di sini, wisatawan dapat melihat pemandangan dari puncak bukit.

”Biasanya di bangsal bisa melihat bukit-bukit pegunungan seribu,” keluh Eni Kurniati, seorang pengunjung asal Bangunharjo, Sewon Rabu (10/10).

Abdul Kurana, wisatawan lainnya mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, pemerintah harus segera turun tangan melakukan perbaikan. Apalagi, Gua Selarong adalah obwis bersejarah. Khawatirnya, wisatawan beralih ke obwis lainnya lantaran merasa kurang nyaman.

”Ada wahana, tapi kok tidak dapat dijangkau,” kritik wisatawan asal Palembang yang baru kali pertama berlibur di Gua Selarong ini.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bambang Guritno berjanji bakal meninjau langsung lokasi kerusakan. Dengan mengajak OPD terkait. Kendati begitu, Bambang berpendapat disparlah yang berwenang menangani kerusakan. Dengan catatan jika akses menuju bangsal berada di luar situs cagar budaya. ”Kalau kerusakan tersebut bukanlah di situs cagar budaya, ya berarti kewenangan pariwisata,” tegasnya. (cr6/zam/zl/mo2)