SLEMAN – Pelatihan socioentrepreneur yang diselenggarakan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY awal Oktober menyasar para pemuda di empat kabupaten dan satu kota di DIY. Di wilayah Wedomartani, Ngemplak pelatihan melibatkan 150 pemuda Kegiatan dipusatkan di Kantor Desa Wedomartani Senin, (8/10).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Wedomartani Teguh Budianto, Staff Bidang Kepemudaan BPO DIY Suradi, Anggota DPRD DIY Sambudi S.T, MT, dan praktisi entrepreneur Shinta Melodiyana Putri.

Dalam paparanya Suradi menceritakan kisah sukses seorang pengusaha dan menceritakan seorang wirausaha yang tekun memulai bisnisnya dari awal dengan menjual dagangannya di lapak Sunday Morning UGM. Respon masyarakat yang tinggi pada produknya membuat pengusaha tersebut mengembangkan bisnisnya dengan membuka sebuah toko dan kini memiliki puluhan pegawai.

“Apabila suatu pekerjaan dilakukan dengan tekun, nantinya akan mendapatkan hasil yang menggembirakan,” jelasnya sambil memotivasi peserta agar tak ragu untuk memulai usahanya.

Sedang anggota DPRD DIY Sambudi mengungkapkan pentingnya keberadaan seorang wirausaha dan presentase wirausaha di Indonesia masih sedikit jika dibandingkan dengan di luar negeri. “Harus didorong minat anak muda membuka usaha, tidak hanya jadi pegawai,” pesannya.

Sementara Shinta Melodiyana Putri dalam paparannya awal mula menjadi pengusaha hingga sukses seperti saat ini. Shinta menjelaskan bagaimana mengelola modal usaha untuk menjalankan, serta membuka usaha lainnya.

Selain itu, dalam pelatihan tersebut ia juga menjelaskan bagaimana langkah yang ditempuh untuk mencari modal usaha, dan diakhiri dengan dialog interaktif dengan peserta. (*/a1/pra/zl/mo2)