JOGJA – Memasuki usianya yang ke 51 tahun, Kopertis Wilayah V mengadakan Rapat Koordinasi Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta, APTISI, ABPPTSI dan LLDIKTI Wilayah V tahun 2018, Rabu (10/10). Tema rakorpim antispasi perubahan dari institusi menjadi layanan pendidikan tinggi. Nama Kopertis pun akan diganti dengan LLDIKTI.

Kepala Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan SDM LLDIKTI V Tunggul Priyono SH MHum mengatakan, salah satu agenda rakorpim adalah mensosialisasikan perubahan dari Kopertis menjadi lembaga layanan pendidikan tinggi. Dengan SK Menristek Dikti No 15 Tahun 2018, perubahan dari Kopertis menjadi LLDIKTI. “Tanggal ulang tahunnya berubah. Tanggal 10 April 2019 nanti ultah pertama,” kata Tunggul kepada Radar Jogja.

Dasar hukum lainnya, lanjut Tunggul, perubahan itu ada dalam UU No 12 Tahun 2012 tentang Dikti. Menurutnya, kata Kopertis tidak ada dalam aturan tersebut. Oleh karena itu dibentuk LLDIKTI. Tugasnya memfasilitasi penjaminan mutu pendidikan tinggi dalam wilayahnya. “Sekarang ada 15 LLDIKTI di Indonesia. Di wilayah V ada 625 dosen, karyawan 70, dan kampus 102,” paparnya.

Tunggul mengatakan, tantangan dari perubahan tersebut adalah mengubah mindset sebelumnya dari controling menjadi serving. Pihaknya mengatakan, akan berusaha bergerak bersama melayani dan memfasilitasi dalam hal penjaminan mutu pendidikan. Targetnya, di LLDIKTI V ingin melampaui standar nasional Dikti dari 24 standar. Berdasarkan norma dan budaya bangsa.

Di samping itu, juga diadakan diskusi dengan menghadirkan narasumber, antara lain, Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri, GM Aznoteam Ananta Nugraha sebagai mitra Badan Narkotika Nasional (BNN), dan ikatan alumni penerima beasiswa LPDP Mata Garuda Janu Muhamad. Moderator diskusi Ketua Aptisi Dr Kasiyarno yang juga rektor UAD.

Kapolda menyampaikan, segala peristiwa di Jogjakarta akan selalu menjadi sorotan media, sebab banyak masyarakat yang pernah dan masih bersinggungan dengan DIJ. Seperti pernah berkuliah, berwisata dan orang tua yang anaknya menempuh pendidikan di DIJ.

Karena itu ia mengajak pihak kampus bersama-sama menjaga kondusivitas, terutama menjelang pemilu. “Narkoba, radikalisme dan kerawanan pemilu mari kita bersama-sama menjaga kewaspadaan dan saling bersinergi,” tegas Kapolda. (riz/laz/mo2)