UBS Gold Dance Competition hari keenam semakin meriah. Tadi malam, tari Saman dari Aceh hadir di GOR UNY. Tim dance MAN 1 Jogja (Alnesa) tampil beda dengan menampilkan tari yang terkenal dengan gerakan rancak tersebut.

Kan kami dari sekolah madrasah. Tidak mau ada kesan seksinya,” ujar kapten dance Alnesa, Intan Lathifa.

Dia dan timnya hanya berlatih selama sebulan. Karena tari Saman tersebut merupakan ekstrakurikuler di Alnesa.

Intan mengaku sedikit kesulitan untuk improve koreo dan formasi agar tidak melulu harus duduk seperti tari Saman kebanyakan. Meskipun demikian, tim dance ini tampil kompak dan rapi.

Berbeda dengan tim UBS Gold Dance Competition SMAN 8 Jogja (Delayota), Milkshake Dance Crew. Cewek-cewek cantik tersebut rela ber-make up seram seperti satan’s wife.

“Kebanyakan tim dance lain tampil cantik. Kami mau yang horor dan seram namun tetap seksi,” ungkap kapten dance Muthia Farah.

Mereka menyiapkan koreo, kostum, dan konsep selama tiga bulan. Dibantu sang pelatih, mereka pun tampil penuh power, enerjik, dam kompak.

“Semoga bisa masuk top five,” kata Muthia. (ita/iwa/fj/mo2)