Selamatan, Gelar Wayangan Lakon Semar Boyong

KULONPROGO-PT Angkasa Pura (AP) I dan PT Pembangunan Perumahan (PP) KSO menggelar selamatan dengan menggelar wayang kulit Selasa malam (9/10). Acara selamatan ini bertujuan agar pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) berjalan lancar.

Selain wayang kulit dengan lakon Semar Boyong oleh dalang Anom Sucondro Jatimulyo ini juga diisi ritual potong tumpeng dan penanaman kepala kerbau.”Selamatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas pelaksanaan proyek pembangunan bandara dan melestarikan budaya Jawa,” ucap General Manager PT PP KSO Andek Prabowo.

Project Manager Pembangunan Bandar Udara Internasional Jogjakarta Taochid Purnomo Hadi berharap, proyek pembangunan bisa berjalan lancar dan baik, dan target operasi April 2019 bisa tercapai.  Pekerjaan fisik bandara tengah dikerjakan siang dan malam, menyempurnakan runway (landasan pacu) dan memulai terminal.”Kami optimistis bisa selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan,” harapnya.

Menurutnya, optimisme semakin tinggi dengan melihat antusiasme warga yang datang. Tanpa dukungan semua pihak, pembangunan tidak akan berjalan lancar, target yang dicanangkan harus tercapai. “Kami masih perlu doa dan dukungan, proyek pembangunan masih panjang. Bangunan bandara harus terlihat pada 2019,” ujarnya.

Ketua DPRD Kulonprogo Ahid Nuryati menjelaskan, pembangunan bandara ini tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga sosio kemasyarakatan. Bandara ini akan didatangi orang dari seluruh dunia, mereka akan melihat budaya Indonesia. Bagi Kulonprogo, pembangunan ini harus berdampak kepada masyarakat, bisa menangkap peluang. “Baik dalam tahap pembangunan hingga operasional nantinya,” ucapnya.

Diungkapkan, Pemkab Kulonprogo telah menyiapkan sumber daya mnusia (SDM) yang diharapkan bisa masuk kriteria yang dibutuhkan NYIA. Hal itu juga harus diperjelas dengan komitmen dan kerja sama antara Pemda Kulonprogo dan AP I.

Kehadiran badara diharapkan bisa berkontribusi untuk menaikan anggaran pendapatan daerah. Banyak hal yang bisa dikembangkan, mulai budaya dan pariwisata dengan segala potensi yang ada. Dia memahami, pembangunan bandara bersumber dari BUMN. Baginya, ini tidak masalah. Tapi dia meminta pemkabtidak dilihat sebelah mata. Sebab Kulonprogo juga menjadi sorotan bagaimana menyambut NYIA. “Jadi bagaimana masyarakat tidak hanya menjadi penonton,” ungkapnya. (tom/din/fj/mo2)