SLEMAN-Laga PSS Sleman kontra PSIM Jogja di Stadion Maguwoharjo memang digelar tanpa penonton, Rabu (10/10). Namun, itu bukan berarti menghilangkan eforia suporter untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya.

Salah satu caranya adalah dengan menggelar nonton bareng (nobar) di beberapa tempat. Salah satunya di halaman Kantor Kecamatan Depok. Ratusan Sleman Fans memadati kantor di Ringroad Utara tersebut. Suasana kondusif berlangsung selama acara.

“Di sela itu, kami mengumpulkan donasi untuk korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah,’’ ujar salah satu koordinator Sleman Fans Aji Kusuma.

Terkait nonton bareng, dia mengaku puas meski tidak bisa mendukung langsung. Menurutnya, keputusan laga tanpa penonton sudah tepat. terlebih atas pertimbangan keamanan. Dia memastikan seluruh suporter PSS mematuhi ketegasan Polda DIJ. Setiap koordinator wilayah telah menyiapkan alternatif nonton bareng. Tidak hanya di Depok, adapula di kawasan Seyegan, Mlati, dan beberapa wilayah lainnya.

Suasana nonton bareng di Kecamatan Depok berlangsung kondusif. Meski awalnya sempat ada provokasi berupa teriakan dari luar. Namun para Sleman fans tidak terpancing untuk mengejar.

Puluhan personel kepolisian dan TNI terlihat berjaga di sisi luar. Usai pertandingan berakhir, para suporter diarahkan pulang secara tertib. Mereka juga menghimbau agar tidak ada konvoi sepanjang kepulangan. “Pulangnya tidak kami kawal, hanya pantau saja. Prinsipnya kami meminta agar mereka (suporter) bisa bertanggungjawab dan tidak membuat kerusuhan,” ujar salah satu personel Polsek Depok Timur Ipda Riki Heryanto.

Panit 1 Lantas Polsek Depok Timur ini juga memastikan kondisi nonton bareng kondusif. Terutama di wilayah Kecamatan Depok khususnya Polsek Depok Timur. Meski ada kerumunan suporter, namun tidak menimbulkan kericuhan di jalan raya.

“Kami berkoordinasi antar Polsek dan relatif aman. Seluruh personel tersebar di setiap titik. Tidak ada kejadian menonjol, para suporter juga tertib dan kondusif,” katanya. (dwi/din/fj/mo2)