Peringatan Hari Pangan, Waspadai Daging Gelonggongan

SLEMAN- Peringatan Hari Pangan Dunia di Kabupaten Sleman Rabu (10/10) ternodai. Peredaran daging sapi gelonggongan masih cukup marak. Seperti temuan di Pasar Sleman. Oleh petugas Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP), Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman.”Ada dua outlet tadi (kemarin) yang saya curigai menjual daging gelonggongan,” beber Maryudianto, salah seorang petugas PMHP DP3 Sleman.

Kecurigaan Maryudianto berawal saat dia melihat daging yang dijual dengan diletakkan di atas meja. Tidak digantung, layaknya daging segar. Kecurigaan itu menguat. Saat dia pegang, daging itu memiliki tekstur lembek. Jauh beda dengan daging segar yang kenyal.

“Selain itu (daging gelonggongan, Red) sepintas tampak berair,” ungkapnya.

Maryudianto mengaku kerap mendapati daging gelonggongan. Di pasar-pasar tradisional. Terutama Pasar Sleman. Namun, dugaan itu harus dibuktikan. Lewat uji laboratorium.

Selain dilihat secara kasat mata, kata Maryudianto, ada trik sederhana untuk mendeteksi daging gelonggongan. Menggunakan tisu dan dua buah kaca. Daging diletakkan di atas kaca, lalu ditekan. “Daging gelonggongan pasti kelihatan kandungan airnya banyak,” jelasnya.

Dikatakan, daging gelonggongan sangat berbahaya bagi kesehatan. Banyaknya kandungan air membuat daging cepat busuk. Pertumbuhan bakteri dalam daging pun lebih cepat.

Kepala DP3 Sleman Heru Saptono berdalih, daging sapi menjadi objek pengawasan berkala. Tujuan utamanya mencegah peredaran daging gelonggongan. Pengawasan rutin tak hanya menyasar pasar tradisional. Supermarket hingga pengepul daging tak luput jadi sasaran. Bahkan tiap hari selalu ada pengawasan.

Untuk menindak pedagang daging gelonggongan, DP3 melibatkan Sapol PP setempat. “Kami hanya bisa mengimbau agar konsumen tidak membeli daging gelonggongan,” katanya.

Menurutnya, mayoritas daging gelonggongan dipasok dari luar Sleman. Terutama Jawa Tengah. “Seperti yang dulu kami temukan di Prambanan. Itu dari Boyolali,” sambungnya.

Selain tanda-tanda fisik, Heru mengingatkan konsumen untuk tak terkecoh harga. Daging segar dijual Rp 120 ribu. Sedangkan daging gelonggongan biasanya dibanderol Rp 90 ribu. “Lha ini (harga daging, Red) yang membuat pedagang maupun pembeli tergiur,” ucapnya.

Sebelumnya, DP3 Sleman memusnahkan daging gelonggongan sebanyak tiga kuintal. Itu hasil penyergapan petugas Polres Sleman bulan lalu. (har/yog/mo2)