Kerusakan di Gua Selarong Dibiarkan Mangkrak
BANTUL – Rehabilitasi objek wisata (obwis) Gua Selarong lamban. Hingga sekarang sejumlah kerusakan akibat Siklon Tropis Cempaka akhir tahun lalu belum tertangani. Yang paling mencolok adalah terputusnya akses menuju bangsal. Alih-alih segera melakukan penanganan, Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul yang notabene organisasi perangkat daerah (OPD) paling bertanggung jawab justru saling lempar kewenangan.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, misalnya. Kwin, sapaannya, belum mengetahui perihal kerusakan infrastruktur di obwis yang lekat dengan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro itu.

”Dinas belum menerima laporan apa pun. Jadi saya tidak paham kalau terjadi kerusakan,” kata Kwin di kantornya belum lama ini.

Yang dimaksud Kwin adalah kerusakan di area yang menjadi kewenangan dispar. Ya, ada dua OPD yang memiliki kewenangan di Gua Selarong. Yakni, dispar dan disbud. Dispar hanya berwenang terhadap pengelolaan taman, kawasan parkir, pembangunan diorama, dan fasilitas pendukung lainnya. Lainnya berada di tangan disbud. Di antaranya tangga utama menuju gua dan akses menuju bangsal.

Yang jelas, Kwin tak menampik sempat mendengar informasi soal rencana perbaikan infrastruktur akibat fenomena alam yang terjadi akhir November tahun lalu itu.

”Setahu saya (kerusakan akibat Siklon Tropis Cempaka, Red) sudah dianggarkan dari danais (dana keistimewaan),” ucapnya.
Setali tiga uang, Kepala Disbud Bantul Sunarto. Bekas assek bidang pemerintahan ini berdalih perbaikan akses jalan menuju bangsal bukan kewenangannya. Disbud hanya berwenang pada situs cagar budaya. Tepatnya di zona inti Gua Selarong.

”Meliputi gua, tangga utama, teras, dan gazebo,” dalihnya.

Dari catatan Radar Jogja, disbud pada akhir 2017 sempat melakukan renovasi di area Gua Selarong. Menyusul berbagai kerusakan akibat Siklon Tropis Cempaka. Tapi, disbud hanya memperbaiki saluran drainase di bawah tangga masuk. Itu untuk mengalirkan air dari atas menuju ke saluran di area bawah. Sekalipun rencana awal sasaran perbaikan saat itu adalah tangga utama.

Kepala Seksi Tata Nilai Budaya Disbud Bantul Joko Purnomo menambahkan, disbud hanya melaksanakan otonomi terkait cagar budaya. Praktis disbud hanya menangani zona inti. (cr6/zam/zl/mo2)