Bakal Diplot sebagai Sekda Bantul

JOGJA- Kebijakan Pemprov DIJ menempatkan sejumlah pejabatnya menjadi sekretaris daerah (Sekda) kabupaten masih terus dipertahankan. Setelah  Kulonprogo, Sleman, dan Gunungkidul, ada indikasi kebijakan itu diberlakukan untuk  Bantul.

Sebagaimana diketahui, Sekda Bantul Riyantono memasuki masa pensiun per 1 November 2018. Nah, kursi yang akan ditinggalkannya kemungkinan besar ditempati Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIJ Beny Suharsono.

Sosok yang pernah menjabat kepala Biro Tata Pemerintahan Setprov DIJ itu disebut-sebut punya kans kuat.

Beny bakal mengikuti jejak seniornya, Drajad Ruswandono. Drajad lebih dulu menjadi Sekda Gunungkidul. Sebelum bertugas di Gunungkidul, Drajad merupakan Sekwan DPRD DIJ.

“Boleh jadi salah satu syarat Sekda kabupaten harus pernah menjadi Sekwan DPRD DIJ,” ujar seorang sumber di Kepatihan Rabu (10/10).

Tanda-tanda Sekda Bantul diisi pejabat impor dari provinsi cukup kentara. Terlihat dengan diperpanjangnya jadwal seleksi terbuka yang seharusnya berakhir Kamis (4/10) lalu. Hingga pendaftaran ditutup, hanya ada dua orang pendaftar. Padahal syarat minimalnya empat calon.

Keduanya adalah Assekda Pemerintahan Setda Bantul Helmi Jamharis dan Assekda Perekonomian dan Pembangunan Setda Bantul Bambang Guritno. Sebelum menjadi Assekda, Helmi dan Bambang sama-sama pernah menjadi Sekwan DPRD Bantul.

Dalam pengumuman nomor 005/pansel/X/2018 disebutkan, perpanjangan berlangsung hingga Kamis (18/10) mendatang. “Pak Beny kemungkinan mendaftar minggu ini. Maksimal menjelang pendaftar ditutup,” kata sumber yang dikenal punya jalur dengan Baperjakat DIJ ini.

Majunya Beny sebagai calon Sekda Bantul tak lepas adanya restu dari Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X. Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dikabarkan telah memberikan lampu hijau bagi keponakan mantan Kepala Bappeda DIJ Sudjatmo itu.

Ada informasi para pejabat di lingkungan Pemkab Bantul semula mendorong mantan Penjabat Bupati Bantul Sigit Sapto Rahardjo. Birokrat yang sekarang menjadi kepala Dinas Perhubungan DIJ itu dianggap tahu dan mengusai peta Bumi Projotamansari.

Sigit merupakan putra asli Bantul. Dia dikenal supel dan punya pergaulan luas. Sigit juga melakukan banyak perubahan saat menjadi penjabat bupati Bantul.

“Para pejabat di pemkab, termasuk Bupati Bantul Suharsono bisa menerima figur Sigit,” klaim sumber tersebut.  Namun peluang Sigit terganjal. Gubernur rupanya tidak mengizinkan mantan kepala Biro Umum Setprov DIJ itu.

“Pak Sigit tidak bisa keluar dari Kepatihan (pemprov). Ngarsa Dalem tidak berkenan,” lanjut sumber itu.  Mematangkan pengisian jabatan Sekda, Bupati Bantul Suharsono dikabarkan bakal  menghadap gubernur. Suharsono ingin mendapatkan arahan terkait pengisian jabatan Sekda Bantul.

Terpisah, Sekprov DIJ Gatot Saptadi membenarkan adanya agenda pertemuan  antara bupati Bantul dengan HB X. Namun dia mengaku belum mengetahui materinya. “Yang jelas dilakukan dalam waktu dekat,” kilah Gatot yang juga menjadi ketua panitia seleksi (Pansel) Sekda Bantul ini.

Disinggung nama Beny, Gatot tak menjawab secara tegas. Dia tidak membantah atau membenarkannya. “Tunggu saja tanggal mainnya,” kelit mantan penjabat bupati Sleman itu. Gatot hanya menginformasikan pendaftaran seleksi terbuka Sekda Bantul diperpanjang selama 14 hari. Alasannya, pelamar yang mendaftar jumlahnya belum memenuhi ketentuan.

Di sisi lain, munculnya nama Beny bakal melengkapi daftar pejabat pemprov yang menjadi Sekda kabupaten di DIJ. Sebelumnya, pada 2013 Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIJ Astungkoro menjadi Sekda Kulonprogo. Disusul pada 2017,  Inspektur DIJ Sumadi sebagai Sekda Sleman dan Sekwan DPRD DIJ Drajad Ruswandono menjadi Sekda Gunungkidul. Hal ini belum terjadi di Kota Jogja. Karena Sekda R. Titik Sulastri pensiun pada Juli 2019.

Sebelum menjabat Sekwan DPRD DIJ pada 2017, Beny menjabat kepala Biro Tata Pemerintahan, Setprov DIJ. Jabatan ini diemban 2015-2017.  Dia pernah bertugas sebagai kepala bidang perencanaan dan statistik Bappeda DIJ. Pria yang berulang tahun saban 12 Mei itu mengawali  tugas sebagai pegawai negeri sipil di Bappeda Kota Jogja. “Karir saya dari bintara,” ujarnya dalam satu kesempatan.

Birokrat asal Bumiayu, Slawi, Jawa Tengah ini memulai karir dari golongan II. Atau tamatan SMA. Setelah beberapa tahun bertugas, dia melanjutkan studi ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dari Kota Jogja, Beny berpindah tugas ke Pemprov DIJ. Karirnya terus menanjak hingga sekarang menduduki jabatan eselon II a. (kus/yog/rg/mo2)