SLEMAN – Suporter PSS maupun PSIM menerima keputusan aparat kepolisian melarang penonton datang ke Maguwo International Stadium (MIS) saat derbi mataram dalam lanjutan Liga 2 sore ini. Bahkan, petinggi suporter kedua kesebelasan ini juga telah melarang anggotanya konvoi.

Presiden Brajamusti Burhanudin menegaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi langsung kepada 200 perwakilan laskar. Sosialisasi larangan juga disampaikan melalui sosial media.

”Kami melarang anggota kami konvoi datang ke stadion,” jelasnya saat dihubungi kemarin (9/10).

Dia meminta kepada seluruh laskar yang ada di bawahnya untuk mengikuti kesepakatan yang telah ditetapkan. Dia berharap pendukung di lapisan akar rumput pun menjalani arahan perwakilan laskar demi menjaga kondusifitas di Jogjakarta.

”Baik komunitas maupun laskar harus mengikuti instruksi ini,” tegasnya.

Begitu pula dengan barisan pendukung PSS Sleman, Slemania. Korlap Slemania Riko menegaskan, dari awal pihaknya sepakat bahwa laga derbi nanti tanpa dihadiri penonton. Sebab, PSS Sleman masih harus menjalani babak delapan besar. Ya, potensi kericuhan memang dapat berpengaruh bagi PSS Sleman dalam mengarungi babak delapan besar. Untuk itu, dia meminta pendukung PSS untuk tidak datang ke stadion dan menjaga kondusivitas demi laga delapan besar.

”Kami tidak ingin ada ganjalan karena derb ini,” harapnya.

Seperti Brajamusti maupun Slemania, kubu The Maident juga telah menyosialisasikan larangan untuk datang ke stadion.
”Keputusannya kan sudah jelas, jadi tidak ada acara untuk hadir ke stadion,” tegas Ketua Umum Maindent Rendy Agung Prasetya.

Sementara itu, Manajer PSS Sleman Sismantoro meminta kepada para pendukung untuk mentaati bersama keputusan Polda DIJ yang melarang kehadiran suporter ke stadion. Dia tidak ingin konvoi dan arak-arakan ke stadion menjadi pemicu konflik yang akan merugikan PSS Sleman. Apalagi, PSS Sleman masih berjuang untuk meraih tiket ke Liga 1.

Dia menilai Jogjakarta dengan wilayah yang cukup kecil cukup rawan akan terjadi gesekan di kedua kubu. Kericuhan akan membawa preseden buruk yang berimbas kepada tim.

”Jelas menjadi kerugian bila kami dilarang menggelar pertandingan kandang di delapan besar. Maka dari itu saya minta elemen suporter bisa dewasa mengikuti instruksi yang sudah disampaikan,” jelasnya.

Begitu halnya dengan Seto Nurdiyantara. Melihat fanatisme yang cukup besar, dia meminta para pendukung PSS Sleman bersikap dewasa. Dia meminta para pendukung tidak melakukan hal-hal yang merugikan kepada tim tamu yang datang ke Stadion Maguwharjo. Termasuk mengikuti semua instruksi aparat kepolsian.

”Di pertemuan pertama perjalanan kami menuju PSIM bisa aman. Dengan situasi seperti saat ini, suporter bisa menunjukkan kedewasaan dan kualitas,” jelasnya.

Karo Ops Polda DIJ Kombespol Iman Prijantoro membenarkan bahwa kepolisian tidak hanya melarang suporter datang menonton di MIS. Lebih dari itu, juga melakukan konvoi. Sebab, arak-arakan suporter berpotensi memicu kerusahan. Kepolisian tidak akan segan menindak tegas suporter yang nekat konvoi.

”Kalau ketemu (suporter yang konvoi, Red) ya kami suruh pulang. Kalau masih ngeyel ya kami paksa pulang,” tegasnya.
Berapa personel yang dikerahkan? Iman menyebut 1.400 personel. Mereka disiagakan di beberapa titik. Seperti di MIS dan sejumlah ruas jalan menuju stadion.

Kendati tidak bisa menyaksikan laga derbi di MIS, Iman menyarankan suporter kedua tim menonton melalui televisi. Lagi pula, big match ini disiarkan live di salah satu stasiun televisi swasta.

”Cooling down dululah. Kami tidak melarang pertandingannya. Hanya penonton saja yang tidak boleh masuk,” tambahnya. (bhn/dwi/zam)