SLEMAN – Tidak seperti pertemuan pertama, Derby DIJ mempertemukan PSS Sleman dan PSIM Jogja sore hari ini bisa jadi kurang gregetnya. Sebab, laga nanti dipastikan tanpa penonton.

Selain itu, kedua tim sudah meraih target yang ditetapkan. Bisa jadi, pertandingan kedua tim di pekan ke-21 ini akan lebih cair.

Ya, PSS Sleman sejak pekan ke-17 sudah memastikan diri lolos ke babak delapan besar. Begitu juga Laskar Mataram telah dipastikan aman dari zona degradasi setelah menang tanpa bertanding saat melawan Persiwa Wamena di Stadion Bima, Cirebon.

Ketidakhadiran penonton di Stadion Maguwoharjo sedikit mengurangi tensi panas yang menaungi rivalitas kedua tim. Bahkan pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara menyatakan tidak ada muatan untuk balas dendam saat timnya bertemu dengan saudara tuanya tersebut.

”Ini derby keakraban,” kata Seto dalam keterangan di Stadion Maguwoharjo kemarin (9/10).

Meski berbalut keakraban, Seto menyatakan laga nanti tetap sarat akan gengsi. Maka dari itu, dia menargetkan kepada anak asuhnya untuk bisa meraih poin penuh demi mengamankan posisi capolista hingga laga terakhir.”Memenangkan pertandingan itu pasti,” tegas Seto.

Dengan capaian target delapan besar, diprediksi Super Elang Jawa akan menyimpan skuad terbaiknya guna persiapan menuju ke Liga 1. Rotasi pemain menjadi pilihan pelatih untuk menghindari terjadinya badai cedera jilid dua menjelang babak delapan besar. Tercatat nama Slamet Budiono, Dave Mustaine dan Jodi Kustiawan sudah kembali dalam skuad.

”Saya akan melakukan sedikit rotasi dalam skema besok (hari ini, Red),” terangnya.

Melawan PSIM Jogja, juga menjadi peluang kembalinya pengatur serangan Super Elang Jawa, Dave Mustaine yang sebelumnya absen akibat cedera ligamen.

Pada laga uji coba lapangan siang kemarin, tampak pemilik nama serupa dengan musisi band Megadeth ini sudah bergabung dengan pemain lain. Bahkan, Dave sudah ikut serta pada seluruh sesi latihan yang dijalankan.

Sementara itu bek Arie Sandy bertekad meraih kemenangan di pertandingan nanti. Kekalahan di laga pertama akan menjadi pelecut untuk bisa unggul atas sang tamu saat bermain di kandang sendiri. ”Meski sudah lolos kami akan bermain semaksimal mungkin,” jelasnya.

Sedangkan bagi tim tamu, bermain di Stadion Maguwoharjo tanpa ada penonton membawa keuntungan tersendiri. Kapten PSIM Jogja Hendika Arga mengaku akan ada persaan yang berbeda saat laga tanpa dihadiri penonton.

”Tekanannya akan berbeda dan kami tetap akan menikmati pertandingan,” kata pencetak gol di derby pertemuan pertama itu.

Sedangkan pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak mengaku beban yang dihadapi akan lebih ringan dibandingkan laga derby sebelum. Apalagi, target bertahan di liga 2 sebenarnya telah tercapai. ”Kami tetap akan memberikan tontonan yang menghibur,” kata Bona.

Tanpa mengusung misi apapun, PSIM Jogja dipastikan akan mengerahkan skuad terbaiknya di laga nanti. Barisan lini bekalang Laskar Mataram yang digawangi Fandy Edy dkk harus lebih siap menghadapi gempuran dari Christian Gonzales dkk. Hendika Arga, Supriyadi, dan Hendrico akan beradu kreativitas yang dimiliki Ichsan Pratama, Amarzukih, dan juga Ilham Irhaz.

Menurutnya, PSS memliki komposisi yang lebih baik karena mereka memiliki Dave, Amarzukih dan Rifal Lastori. “Kami sudah siapkan strategi untuk mematikan pergerakan mereka,” jelasnya. (bhn/din)