MAGELANG – Kesiapan anggota beserta dukungannya dan soal netralitas, menjadi poin-poin dalam apel kesiapan pengamanan Pemilu 2019 yang digelar Kodim 0705/Magelang. Kegiatan dipimpin Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kapten Inf Suparna di halaman Makodim, kemarin. Disiapkan personel empat satuan setingkat kompi (SSK) yang disebar ke wilayah masing-masing di Kota dan Kabupaten Magelang.

“Selain itu, kami juga akan menyiapkan satu SSK personel lagi, yang on call. Pasukan on call akan standby di Makodim selama pesta demokrasi berlangsung,” kata Suparna. Semua kendaraan dinas yang akan digunakan untuk mendukung tugas pengamanan wilayah, ikut diapelkan.

Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono kembali menekankan tentang netralitas bagi anggota TNI. Mereka diminta mentaati aturan-aturan yang berlaku. Ketentuan dan keharusan sudah disosialisasikan pada seluruh personel, termasuk larangan dan sanksi apabila ada anggota yang melanggar.

“Saya tekankan ulang, netralitas TNI pada pilleg dan pilpres merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” tegas dandim. Personel diminta mampu melaksanakan tugas secara tegas, santun dan humanis. Tidak perlu menunjukkan wajah sangar atau yang menakutkan. Karena yang dijaga adalah saudara, teman dan keluarga kita semua.

Sementara itu, Bawaslu Kabupaten Magelang melaksanakan bimbingan teknis pengawasan partisipatif kepada masyarakat dan pramuka di Progosari, Srowol, Mungkid, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk terciptanya pemilu yang damai, bermartabat, dan berintegritas. Menurut Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang Habib Shaleh, pihaknya sengaja melibatkan organisasi Pramuka dalam pengawasan partisipatif. Salah satu institusi yang berperan sangat besar pada bidang pendidikan, salah satunya adalah pramuka.

Diketahui, pada Pemilu 2019 di Kabupaten Magelang akan diikuti 16 partai dengan jumlah caleg di tingkat kabupaten sebanyak 465 orang. Kemudian caleg di tingkat DPR RI ada 107, DPD sebanyak 32 dan caleg di tingkat provinsi sebanyak 97 orang. (dem/laz/er/mo2)