JOGJA – Sogan Batik mencoba terus mengembangkan motif-motif batik sebagai komitmen dan konsistensi dalam berkarya. Menurut Desainer Sogan Batik Iffah M Dewi industri ini bisa menambah lapangan pekerjaan bagi banyak pihak.

“Disamping itu, motif batik bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan historis dan kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dia menjelaskan, batik adalah tehnik menciptakan motif dengan canthing atau cap dan menggunakan malam atau lilin, di mana motif tersebut menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan yang penuh hikmah, kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

Pada perkembangan saat ini, batik dinilai berpotensi untuk naik ke level global. Sogan Batik, lanjutnya, berkomitmen tidak hanya menyuguhkan sebuah karya batik saja, namun juga menarasikan pesan sejarah Nusantara dan Islam dunia pada setiap koleksi di balik setiap motif batik.

“Nilai-nilai inilah yang dijadikan pakem utama dalam mengembangkan motif. Di sisi lain, setiap proses produksi batik baik dari desain, pola, pembatikan, pewarnaan, penjahitan sampai dengan selesai selalu diiringi dengan zikir. Kebiasaan ini dinamakan dengan “Batik ber-zikir”,” ujarnya.

Dalam ajang Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 kemarin, dia menampilkan karya yang bercerita tentang Sasra Sahastri yang artinya santri milenial. Bagaimana menjadi seorang santri (pembelajar) di tengah dunia yang saat ini menghadapi era disruption (disrupsi), terjadi banyak perubahan fundamental atau mendasar, dengan adanya evolusi teknologi yang terjadi pada setiap celah kehidupan manusia.

“Sasra Sahastri, sebuah ajakan bagi semua untuk terus menjadi pembelajar yang bijak dalam menghadapi perubahan, bertakwa, menjauhi larangan-Nya dan menjalankan perintah-Nya. Menjadi agen perdamaian, menghomati orang lain (Hablum Minannas) apapun madzhab, golongan, agama, budayanya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, salah satu motif karyanya yakni motif Canthing Aman. Motif ini berbentuk canthing dan kepala canthing yang berbentuk sayap. “Filosofinya hendaknya kita menuliskan kebaikan demi kebaikan dibuku amal. Sayap adalah simbol harapan, berharap dimampukan untuk menerbangkan manfaat bagi bagi umat,” ungkapnya. (ila)