Permudah Bisnis Dengan Media Online

BANTUL- Penggunaan media sosial diminta tidak hanya untuk update status, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk bisnis online. Tanpa kantor, tanpa barang, hanya pakai gadget dan internet.

Itu yang dikupas dalam bedah buku Instagram Bussines Roadmap yang dilaksanakan di Gajebo Batik Giriloyo Wukirsari Imogiri Bantul yang diselenggarakan Badan Perpustakaan Arsip Daerah (BPAD) DIJ Senin (8/10).

Penulis Buku Latief Setiawan mengajak masyarakat memanfaatkan internet untuk mengembangkan usaha. Bahkan hanya bermodalkan marketing online sudah dapat memulai usaha. ”Pengusaha harus mulai melek internet. Sebab mayoritas masyarakat Indonesia menjadi konsumtif internet. Jadi itulah peluang besar, meski ada di desa,” ungkapnya.

Meski bisnis sudah dipermudah dengan layanan internet, tapi harus dilakukan kajian, mulai dari observasi apakah produk tersebut sesuai target atau tidak. ”Nah yang paling penting riset pasar dan riset produk,” ungkapnya.

Sementara pembedah ahli digital Dewantara Arief Rahman mengatakan market Indonesia itu sangat gurih. Dari 250 juta orang di Indonesia, sebanyak 143 juta orang sudah terkoneksi internet. Sedangkan penggunaan durasi internet di atas tujuh jam sebanyak 65,98 persen. Itu berdasarkan data Asosiasi Penyediaan Jasa Internet Indonesia. ”Datanya 89 persen mengakses messenger dan 90 persen manusia melakukan chatting,” tuturnya.

Sedangkan pemanfaatan internet untuk berjualan 16 persen dari 20 juta orang. ”Nah market masih terbuka lebar. Punya sosmed dan Instagram ngga jualan rugi banget,” ungkapnya.

Sedang anggota Komisi D DPRD DIJ Suwardi mengatakan Desa Wukirsari mempunyai potensi sebagai desa wisata budaya. Berbicara usaha tidak lepas dari marketing. Melalui digital marketing harapannya lebih mudah memasarkan produk-produknya. ”Kita tinggal menunjang bagaimana melakukan digital marketing dan melakukan pendampingan,” tuturnya. (cr6/pra/zl/mo2)