JOGJA – Kemeriahan HUT  ke-262 Kota Jogja terus berlanjut. Giliran sekolah-sekolah di Kota Jogja yang memeriahkan HUT Kota Jogja dengan berbagai kegiatan. PG-TK-SD Pangudi Luhur Jogja dengan mural di gang sekolah. Sedang SD negeri Kraton dengan parade pakaian adat Jawa.

Gang sempit untuk masuk ke Kantor Kecamatan Gondomanan dan PG-TK-SD Pangudi Luhur Jogja tampak berbeda. Nuansa ceria dengan gambar warna-warni jadi pemandangan tembok dan konblok Gang Srikandi-Gatotkaca itu.

Dia terinspirasi dari pengalamannya saat pergi ke kampung warna-warni di Malang, Jawa Timur. “Saya langsung kepikiran, kenapa tidak buat mural di seputaran gang ini, kalau hanya hiasan kok rasanya kurang meriah,” ungkapnya Senin (8/10).

Kebersamaan itu membuatnya yakin di Jogja masih ada semangat gotong royong. “Kami lihat semangat gotong royong memudar, tapi di sini semangat gotong royong masih ada, jadi bisa menerapkan segoro amarto,” kata Ana.

Pekerjaan mural kurang dari satu minggu sudah berhasil diselesaikan. Dimulai dari hari Jumat (5/10) hingga Senin (8/10). “Dikerjakan dari pagi hingga pagi lagi tapi bergantian,” tuturnya.

Salah satu wali murid SD PL Ari Aprianti menilai kegiatan yang dilakukan tersebut memberi pengalaman baru bagi para siswa. “Kesenian seperti ini jarang, anak tahu bisa cerita ke teman yang lain, budaya dan identitas Jogja sebaiknya seperti itu, anak kecil lebih tahu dan kenal dengan budaya sendiri,” ungkapnya.

Suasana meriah juga bisa dilihat di Plaza Ngasem, saat para siswa SD Negeri Kraton Jogja berfoto bersama dengan pakaian adat. Arana, salah satu siswa kelas 2 SD N Kraton Jogja mengaku tidak masalah mengenakan pakaian adat Jawa ini, walaupun sedikit membuatnya ribet. Namun, dia tampak totalitas mengenakannya, dengan pakaian sorjan, jarik, dan selop yang melekat ditubuhnya sejak pagi. (tif/mg4/pra/zl/mo2)