JOGJA – Minimnya area publik di Kota Jogja membuat kolong jembatan Lempuyangan menjadi salah kawasan yang dipakai untuk bermain anak-anak. Meski berbahaya, para orang tua beralasan di situ area yang bisa untuk bermain anak-anak.

Tiap sore banyak orang tua yang mengajak anaknya ke kolong jembatan Lempuyangan untuk melihat kereta yang lewat. Bowo salah seorang warga yang ditemui Radar Jogja mengaku memilih mengajak anaknya ke tempat tersebut karena tidak perlu mengeluarkan biaya. “Murah meriah, cuma modal bensin,” jelasnya Senin (8/10).

Dia mengakui ruang terbuka hijau yang bisa digunakan untuk tempat bermain anak masih sangat kurang. Akhirnya, satu-satunya pilihan hanyalah perlintasan kereta api, sekalipun cukup beresiko tertabrak jika tidak hati-hati. “Mau bagaimana lagi, anak saya maunya ke sini. Kalau ke tempat lain harus biaya,” tuturnya.

Alasan yang sama diungkapkan Taufik. Berbeda dengan Bowo yang sudah sering ke tempat ini, Taufik baru pertama kali. “Anak saya pengin lihat kereta, ya sudah saya ajak ke sini,” jelasnya. Namun, ia mengaku agak was-was karena masih belum cukup aman.

Pagar yang dibangun, menurutnya, baru menghalau seseorang memasuki perlintasan. Namun, resiko tertabrak pengendara kendaraan bermotor masih tinggi. “Harapannya, ada area yang lebih aman untuk wahana bermain anak,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah Manager Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 6 Jogja Eko Budianto mengaku sudah memasang rambu larangan supaya tidak bermain di perlintasan kereta api. Bahkan di bawah jembatan Lempuyangan kadang sampai pinggir rel. Tapi dirinya mengaku dilema karena melihat kereta melintas menjadi salah satu daya tarik bagi anak-anak.

“Sering juga kita lihat sambil ndulang anak karena suka lihat kereta lewat. Namanya sudah suka meski terus diperingatkan tidak bergeming,” katanya.

Eko bahkan menyebut lokasi seperi di bawah jembatan Lempuyangan itu juga terjadi di beberapa lokasi perlintasan kereta lainnya. Menurut dia itu karena minimnya ruang publik di Kota Jogja yang bisa dimanfaatkan anak. “Kami hanya bisa memperingatkan mereka untuk hati-hati. Tapi tegas demi keselamatan perjalanan kereta dan warga, aktivitas di perlintasan kereta dilarang,” ujarnya. (cr10/pra/zl/mo2)