Laga Ketat, BMD Ungguli Pangudi Luhur
Saling Kejar Mengejar Poin hingga Detik Terakhir

LAGA antara tim basket putra SMA Budi Mulia Dua (BMD) melawan SMA Pangudi Luhur (PL) berjalan ketat. BMD yang pada laga sebelumnya menang atas SMA 1 Banguntapan berharap bisa melapangkan jalan ke big eight.

Namun justru PL yang pertama mendapatkan momentum unggul 4 poin terlebih dulu pada kuarter pertama. BMD mampu bangkit dan langsung membendung perolehan poin PL.

BMD berbalik memimpin lewat sumbangan poin Faza Firdausi serta Muhammad Yoga. Menutup akhir kuarter kedua dengan keunggulan 7-4.

Masuk kuarter ketiga, BMD menjauh dari PL. Mereka menambah 12 poin. Setelah scoreless di kuarter dua, PL sebenarnya mampu mencetak lima angka. Namun belum mampu mengejar BMD. Kuarter tiga ditutup 19-9 untuk BMD.

Pada kuarter empat, PL mendapatkan tujuh poin berturut-turut. Belum termasuk dua kali three point dari Gregorius Vandy. Sisa 40 detik, skor kedua tim 23-21. Tegang.

Viknes Waren dari BMD menambah satu poin dari free throw. Sisa 25 detik, Bayu Aliyyudha menembak tiga poin dan masuk, skor sama 24-24. Viknes kembali shooting dan membuat BMD kembali unggul. Skor 27-24 untuk keunggulan BMD.

Pelatih BMD, Dewanta Aji mengaku sudah memprediksi game akan ketat. Sempat unggul dan lengah sehingga lawan bisa menyamakan.

Sementara Coach PL, Thomas Raju Andika menyayangkan anak asuhnya telat panas. Sehingga kuarter satu dan dua keteteran.

Pada laga tim basket putra SMAN 1 Kasihan (Tirtonirmolo) yang sebelumnya takluk dari SMA Kolese De Britto (JB) bermain ganas dan membekap SMAN 5 Jogja (Mache). Ibnu Nur Aziz dkk bahkan langsung melesat dengan keunggulan 17-4 di akhir kuarter pertama. Tanpa mengendurkan serangan, di akhir kuarter dua mereka masih menjaga keunggulan 23-8.

Kembali dari locker room, Tirto terus menggempur Mache. Namun Mache bisa bermain lebih baik dibandingkan paro pertama. Kuarter ketiga masih untuk keunggulan Tirto 29-13.

Pada kuarter akhir, serangan Mache bermain lebih agresif. Grafik poin mereka mengalami peningkatan. Namun masih belum mampu mengejar poin Tirto yang sudah kadung unggul jauh sejak kuarter pertama. Pertandingan ditutup untuk kemenangan Tirto 33-19.

Pelatih Tirto Rofi Hansyah mengatakan, permainan timnya lebih bagus dibandingkan sebelumnya. Kesempatan yang didapat juga tidak banyak terbuang. Turn over menurutnya juga lebih sedikit.

Pelatih Mache, Muhammad Muhyidin menyebutkan, mental anak asuhnya drop sejak kuarter pertama. Salah satunya karena satu pemain pilar cedera saat pemanasan. Hal itu cukup berpengaruh ke tim. Dia cukup menyayangkan sebab separo pemainnya sudah pengalaman main di DBL musim lalu.

“Fokus anak-anak hilang mas, jadi mudah dilewati. Ketika offense juga kurang komunikasi, jadi tidak terlihat kerjasamanya. Semoga nanti lawan JB (SMA Kolese Debrito) defense kami lebih baik. Kalau masih kayak tadi ya bisa tembus 60,” harapnya. (riz/iwa)