SLEMAN-Pekan ke-21 Grup Timur Liga 2 Indonesia akan menyuguhkan Derby DIJ di Stadion Maguwoharjo besok. Pertandingan dipastikan tanpa dihadiri penonton. Meskipun begitu, lafa dipastikan akan tetap seru.

Rivalitas keduanya memang berdampak pada tensi pertandingan yang kadang memanas. Seperti pada pertemuan pertama di Stadion Sultan Agung, 26 Juli lalu. Ya, meski kerap berlangsung dengan tensi yang cukup tinggi, Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara menganggap laga besok sebenarnya sama dengan laga-laga biasa pada umumnya.

Hanya, rivalitas dan gengsi keduanya yang membuat suhu saat pertandingan menjadi tinggi. ”Kami tidak melakukan persiapan khusus, laga nanti sama saja seperti pertandingan yang kami jalani sebelumnya” kata Seto kepada Radar Jogja Senin (8/10).

Tidak ingin malu bermain di kandang sendiri, Seto menargetkan Ichsan Pratama dkk bisa melakukan revans. Di pertemuan pertama, Super Elang Jawa harus mengakui keunggulan Laskar Mataram dengan skor tipis 0-1. ”Jelas kami ingin menang,” tegasnya.

Di sisi lain, Seto tidak terlalu mempersoalkan laga tersebut nantinya tidak dihadiri pendukung setia mereka BCS (Brigata Curva Sud) dan Slemania. Menurutnya, dengan atau tanpa penonton, anak asuhnya tetap tampil maksimal untuk memenangkan laga. Apalagi skuad Super Elang Jawa mengusung misi mempertahankan puncak klasemen untuk menghindari favorit juara Liga 2 Semen Padang, yang kini memuncaki klasemen grup barat. ”Bila bicara ambisi jelas, kami ingin berada di puncak. Namun siapa pun lawan yang akan dihadapi kami siap,” jelasnya.

Sementara itu pada derby nanti, PSS Sleman juga dipastikan tanpa diperkuat sang kapten Jodi Kustiawan yang masih cedera. Nama lain yang tengah dalam pemulihan yakni Dave Mustaine dan Adi Nugroho. Untuk Dave, jelas Seto menunjukkan progres positif penyembuhan cedera. Hanya kepastian untuk bisa bermain, masih menunggu laporan dari tim medis.”Fokus utamanya Dave bisa sembuh secara total dulu. Kami tidak akan buru-buru memainkan dia,” jelasnya.

Manajer PSS Sleman Sismantoro usai rekonsiliasi bersama di Mapolda DIJ kemarin siang, menyatakan menerima sepenuhnya keputusan aparat kepolisian yang melarang pendukung hadir ke stadion. Kondusivitas keamanan di Jogjakarta lebih lebih utama dari sekadar diselenggarakannya pertandingan.

”Apalagi kedua tim sudah mencapai target. Jangan sampai apa yang telah dicapai ternodai aksi-aski tak terpuji,” jelas Sismantoro.

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak meminta kepada skuadnya untuk lebih lebih santai menghadapi derby besok. Meski santai raihan poin tetap ditargetkan pada anak asuhnya untuk menjaga nama PSIM Jogja. ”Target bisa meraih kemenangan sudah pasti. Tapi saya minta anak-anak cooling down untuk tidak terlalu emosi menghadapi laga besok,” jelasnya.

Menurutnya PSS Sleman akan menjadi tim yang cukup sulit ditaklukkan bila bermain di kandang. Namun dengan tanpa dihadiri penonton, setidaknya akan dimanfaatkan oleh skuadnya untuk bisa meraih angka. ”Meski tidak ada tekanan dari penonton skuad mereka tetap berbaya,” jelasnya. (bhn/din/by/mo2)