Bopkri 1 Tundukkan Santa Maria

GAME tim basket putri SMA Santa Maria Jogja (Stama) melawan SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa) berjalan ketat dan imbang. Terutama pada kuarter awal.

Stama percaya diri setelah sebelumnya mengalahkan Filial (SMAN 1 Bantul). Namun permainan apik Angesti Larasati dan Elisabeth Aulia di awal laga membuat Stama keteteran.

Dalam pertandingan hari IV Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 kemarin, Bosa mendominasi permainan. Terlihat dari 29 field goal dan berbuah 7 poin. Sampai dengan rehat, Bosa memimpin dengan 9-3.

Selepas rehat, Stama mencoba bermain lebih kompak. Mereka juga terus mengejar perolehan poin dan sempat menyamakan 11-11 di pertengahan kuarter tiga. Lalu berbalik unggul setelah free throw Elisabeth Alfina masuk jaring. Namun di pertengahan kuarter empat, skor kembali imbang 13-13.

Shoot Greisies Heriyanto membuat Bosa kembali memimpin. Termasuk free throw Dinda Florentina dan Aulia menjauhkan margin skor kedua tim. Akhirnya pertandingan berakhir dengan kemenangan Bosa 18-13.

Coach Stama Yebe mengatakan pemainnya minim pengalaman. “Saat lawan sedang naik, permainan kami malah drop. Kami tinggal berharap semoga besok Bantul bisa mengalahkan Bosa,” ungkapnya.

Pelatih Bosa Yusuf Haryono mengatakan timnya sempat kehilangan irama di kuarter tiga. Namun dengan memompa semangat ke pemain akhirnya bisa mengejar.

Pada laga lainnya tim basket putri SMAN 11 Jogjakarta (Kebangsaan) mengalahkan SMAN 10 Jogjakarta (Smuten) 27-7. Pada awal game, Smuten dapat free throw namun gagal membuka skor.

Justru Kebangsaan yang lebih dulu meraih poin lewat tembakan bebas Frisealla Widatita. Namun Smuten berbalik setelah Herlina Marta mencetak dua poin. Lalu free throw Nur Andayani. Kebangsaan menipiskan skor 3-2 sebelum kuarter pertama berakhir.

Kuarter dua, Smuten menyamakan skor dan berbalik memimpin lewat free throw. Kejar mengejar angka sampai kemudian kuarter dua ditutup dengan sama imbang 5-5. Setelah rehat, SMAN 11 unggul. Smuten hanya mampu menambah dua angka.

Empat poin Kebangsaan di awal kuarter empat menjauhkan margin poin kedua tim. Diusirnya pelatih Smuten karena technical foul semakin membuat mereka terpuruk. Sedangkan anak-anak 11 makin tak terbendung. Mereka menaikkan garis defense dan menyulitkan pemain Smuten keluar menyerang.

Pelatih Smuten Rico Hendar Saputra Lubis mengatakan, pemainnya hanya bisa fight sampai kuarter ketiga. Setelah itu mental mereka down dan berpengaruh ke permainan di lapangan. Karena kebanyakan pemainnya masih kelas X dan tidak ada pemain kelas XII.

“Kami yakinkan tahun depan akan ikut lagi. DBL ini turnamen besar. Kami sudah ikut turnamen lain tapi impact-nya ke mental kurang. Besarnya DBL mengasah mental pemain,” tuturnya.

Coach SMA 11 Jogjakarta Grendua Lasapa bersyukur bisa menang atas Smuten. Sebab di kuarter awal dia masih banyak memberikan minute play ke pemainya agar merata. Termasuk mengatur strategi dan stamina agar cepat recovery. (riz/iwa/fj/mo2)