Berjemur dan Diduga Mesum di Alkid, Bule Diusir

JOGJA- Inilah pentingnya keberadaan petugas pengawas ruang publik. Terlebih di kawasan peninggalan budaya. Agar pemerintah tak lagi “kecolongan”. Seperti terjadi di Alun-Alun Kidul (Alkid) Jogja Senin (8/10) siang. Ada sepasang bule berulah, hingga membuat resah warga setempat.

Ulah bule yang tak diketahui identitasnya itu awalnya tak mengundang perhatian orang-orang yang sedang berwisata di Alkid. Keduanya berjemur di tengah alun-alun. Yang laki-laki melepaskan bajunya lalu tiduran terlentang di atas rumput. Sedangkan bule perempuan dengan rok mini dan baju transparan ikut terlentang.

Gaya mereka layaknya turis berjemur di tepi pantai. Keberadaan bule tersebut membuat heboh wisatawan lain ketika seorang pria menghampiri keduanya. Saat melintas di jalan, pria itu mendadak menghentikan mobilnya. Dia lantas turun dari mobil dan menghampiri si bule. Kemudian menegur mereka. Tak lama kemudian, dua bule itu lantas pergi meninggalkan Alkid.

Sontak, hal itu membuat wisatawan lain penasaran. “Sudah lama kan bule itu di sana (Alkid). Kenapa tak diusir saja. Mereka berbuat mesum,” ungkap pria tadi. “Bule cowok itu memegang (maaf) dada yang perempuan,” lanjutnya. “Kita harus tegas jika melihat (ulah bule) seperti itu,” aja pria tersebut sesaat sebelum meninggalkan Alkid.

Adit, warga setempat, mengaku baru pertama kali melihat dua bule tersebut. Dan baru kali pertama pula dia melihat bule berjemur di tengah alun-alun. “Belum pernah ada sebelumnya,” ujar dia.

Warga lain, Parjo, mengaku melihat bule pria memarkir sepeda motor di sisi selatan Alkid. “Saya kurang paham, bule itu mesum atau tidak,” ungkap salah seorang juru parkir Alkid itu.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Yunianto Dwisutono mengaku telah mendengar informasi bule diduga mesum di Alkid. Namun, dia menolak menanggapi hal tersebut. Dengan alasan belum memperoleh informasi valid dari pihak berwenang. Misalnya, kepolisian. “Sumber informasinya harus jelas,” kelitnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta menyesalkan adanya dugaan bule mesum di destinasi wisata. Apalagi di salah satu ikon Jogjakarta. Aris menegaskan, ulah bule itu patut diduga tidak sesuai dengan prinsip Sapta Pesona Pariwisata. Meliputi aspek keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahtamahan, dan kenangan.

Aris menyatakan telah melakukan bimbingan teknis (bimtek) Sapta Pesona terhadap pengelola destinasi-destinasi wisata di DIJ. Termasuk kelompok sadar wisata (pokdarwis). Adanya fenomena dua bule tersebut, Aris merasa perlu melakukan bimtek lanjutan. Untuk memperkuat Sapta Pesona destinasi wisata Jogjakarta. Baik kepada pengelola pariwisata, masyarakat umum, dan wisatawan. “Nah, itu yang mesti dikedepankan. Akan kami coba lagi bimtek tersebut,” katanya,” (mg/cr10/tif/yog/by/mo2)