GUNUNGKIDUL – Musim kemarau kini tak lagi menjadi momok bagi para peternak saat mencari pakan ternaknya. Sebab, kini ada teknologi pengolahan limbah pakan ternak dengan teknologi fermentasi limbah.

Salah satunya sudah diterapkan oleh kelompok peternak di sekitar hutan Sodong, Gunungkidul dengan dibantu dosen Fakultas Kehutanan UGM. Para dosen ini mengenalkan pakan ternak sapi alternatif di wilayah yang terkena dampak kekeringan di musim kemarau panjang. Mereka adalah Denny Irawati dan drh Subeno yang menerapkan teknologi fermentasi limbah.

Menurut Deny Irawati, ide dasarnya adalah ketika musim kemarau para peternak akan kesulitan untuk pakan sapi mereka. ”Kami mau coba pakan alternatif dari limbah pertanian dan kehutanan, Batang pisang yang berupa limbah dapat dijadikan pakan kalau difermentasi. Nah Di Gunungkidul juga banyak seresah daun jati, itu juga bisa buat pakan. Tapi difermentasi dulu,” ujarnya.

Dia menjelaskan, prinsip dasar fermentasi adalah pendegradasian senyawa kimia lignoselulosa pada kondisi anaerop dengan menggunakan mikroba. Dengan difermentasi limbah lignoselulosa jadi lebih mudah dicerna oleh ternak dan bisa awet hingga waktu yang lama.

Di Gunungkidul, peternakan rakyat dengan skala kecil dan modal lemah menjadikan sistem pemberian pakan ternak umumnya diberi hijauan terutama dari tanaman rumput gajah yang ditanam di sekeliling ladang pertanian.

Selama musim hujan, memang cukup mudah bagi peternak untuk mencari pakan. Pakan ternak merupakan faktor biaya terbesar di usaha peternakan, yaitu sekitar 80 persen. Namun menjadi masalah ketika datang musim kemarau dimana hijauan akan sangat sulit ditemukan di wilayah Gunungkidul.

Memasuki musim kemarau, dari waktu ke waktu, sudah menjadi permasalahan masyarakat Gunungkidul, yaitu kekeringan, tidak ada air, hingga masalah hewan ternak peliharaan sebagain besar masyarakat.

”Memasuki masa kemarau, hampir semua petani kebingungan mencari hijau-hijauan untuk pakan ternaknya. Pakan kambing seperti daun tayuman, lereside, atau tumbuhan liar tak ada lagi yang hijau atau tidak tumbuh lagi pupusnya,” tambahnya.

Biasanya peternak memanfaatkan daun kering, pakan dapat juga diperoleh dari hasil samping produk pertanian seperti jerami jagung, jerami padi, jerami kedelai, daun singkong, kulit buah kakao.  Untuk meningkatkan nutrisi dari limbah pertanian serta meningkatkan daya cerna dari daun-daun kering dapat digunakan teknologi fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme,” jelasnya. (ila)