Ada Banyak Kerusakan di Benteng Keraton

JOGJA – Plengkung Gading, Plengkung Wijilan, Pojok Beteng Wetan, Pojok Beteng Kulon, dan Pojok Beteng Barat Laut. Itulah lima titik di Benteng Keraton Jogja yang diperbaiki.

Balai Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya (PWBCB) Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ menggelontorkan anggaran sekitar Rp 950 juta untuk merehabilitasi berbagai kerusakan di salah satu situs bersejarah tersebut.

Staf Seksi Perlindungan dan Pengembangan Balai Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya (BPWBCB) Dinas Kebudayaan (Disbud) DIJ Faizzana Izzahasni menyebut ada berbagai kerusakan di Beteng Keraton Jogja, sehingga jenis perbaikannya pun beragam. Mulai rehab dinding, memperkuat struktur, pengecatan, hingga pemlesteran.

”Rehabilitasi dimulai 6 Agustus. Dikerjakan selama 120 hari,” jelas Faizzana Senin (8/10).

TERLIHAT KUSAM : Dua pekerja mempersiapkan rencana pengecatan Plengku Gading Senin (8/10). Rehabilitasi bentenbg keraton pada 2018 menelan anggaran Rp 950 juta. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Kepala Seksi Perlindungan dan Pengembangan BPWBCB Disbud DIJ Agus Suwarto menambahkan, spot benteng luas, sehingga perbaikan hanya menyasar kerusakan yang paling urgent. Dalam rehabilitasi ini, ada pula pembuatan saluran u-ditch. Atau penempatan saluran air di bawah dan atas benteng.

”Ada juga pembenahan bastion yang hampir roboh,” tambahnya.

Ada banyak faktor pemicu kerusakan bangunan benteng. Yang paling kentara adalah usia. Faktor cuaca dan tangan-tangan jahil pengunjung juga memicu turut kerusakan. Dari itu, Agus mengimbau masyarakat ikut peduli dengan keberadaan benteng. Caranya dengan menjaga kebersihan lingkungan benteng. Juga menjaga dari aksi vandalisme.

”Terutama di titik-titik yang kerap dikunjungi. Seperti bagian atas Plengkung Gading,” tuturnya.

Terkait pengunjung yang naik ke bagian atas, Agus menyebut hingga sekarang belum ada aturan khusus. Namun, menurut Agus, perlu mengedukasi atau memberikan pemahaman kepada pengunjung maupun masyarakat. Agar mereka mengetahui bahwa cagar budaya adalah aset yang perlu dijaga. (tif/zam/by/mo2)