Pawai Santri Jadi Daya Tarik Wisata Baru

JOGJA – Kota Jogja memiliki daya tarik wisata baru. Yaitu para santri yang sedang menuntut ilmu di pesantren. Memperingati hari santri nasional, sebanyak 33 kontingen pondok pesantren se-DIJ melakukan pawai atau grebeg di sepanjang Jalan Malioboro,.

Pawai para santri itu dinilai oleh Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta bisa menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Jogja. “Daya tarik wisatanya bisa dilihat dari keunikan dan kreativitas para santri,” ujar Aris saat melepas kontingen pawai di kantor DPRD DIJ kemarin siang (7/10).

Lebih lanjut Aris menuturkan, kelak Dispar DIJ akan menjadikan Festival Santri Nasional tersebut sebagai agenda rutin di Jogja. “Kita berencana memasukkan acara ini ke dalam culture event seperti JIBB atau pun festival wayang,” katanya.

Sehingga nantinya, lanjut Aris, baik wisatawan domestik maupun mancanegara bisa menikmati acara ini tiap tahunnya. “Kita patut senang dan bangga karena acara ini semakin memperkaya agenda di Jogja,” ucap Aris.

Tak hanya itu, festival tersebut juga menunjukkan bahwa para santri mampu berkontribusi pada aspek seni budaya. Melalui festival itu, mereka pun membuktikan bahwa santri juga mampu mengikuti dinamika perkembangan teknologi di era milenial.

Dinamika para santri terhadap era milenial tersebut pun menjadi salah satu tema yang bisa diangkat para peserta kontingen. Selain tema itu, Festival Santri Nasional bisa membawa tema pergolakan Pangeran Diponegoro, perjuangan Kyai Haji Hasyim Asy’ari, dan periode kemerdakan.

Festival yang dimulai dari halaman gedung DPRD DIJ itu cukup menarik minat masyarakat. Salah seorang mahasiswi UIN Nurul Fatimah mengaku senang melihat festival Grebeg Santri tersebut. “Bagus, menarik, dan unik,” katanya. Kendati demikian, ia berharap kontingen yang mengikuti festival bisa jauh lebih banyak pada tahun mendatang. (cr9/pra/er/mo2)