Jual Karya Siswa untuk Korban Gempa dan Tsunami

PURWOREJO – Bencana gempa bumi yang melanda Lombok dan Palu menjadi keprihatinan bersama. Sejumlah pihak melakukan aksi menggalang dana dari masyarakat untuk disalurkan bagi korban bencana ini.

Demikian halnya para siswa SMKN 7 Purworejo, mereka melakukan aksi dengan cara menjual aneka produk buatannya kepada masyarakat. Aksi sosial ini dilakukan dalam gelaran car free day (CFD)yang dilakukan di Jalan Mayjen Sutoyo Purworejo, Minggu (7/10).

Siswa jurusan busana yang biasa memproduksi aneka sapu tangan, masker, baju jilbab dan alas bayi itu merelakan barang produksinya didiskon besar. Dana yang diperoleh seluruhnya disalurkan kepada para korban gempa di Lombok dan Palu.

Koordinator lapangan aksi Rosihotul mengemukakan, sekolahnya bekerjasama dengan salah satu konveksi di Purworejo saat menggelar aksi. Harga yang diberikan kepada masyarakat jauh lebih murah dan didiskon lebih dari 50 persen. “Sengaja kami diskon besar dengan harapan barang-barang ini cepat terjual kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, aksi tersebut baru dilakukan di ajang CFD saja. Kebetulan rencana sosial itu dikonsultasikan dengan pihak sekolah mendapat apresiasi yang baik.

“Kami memiliki banyak produksi, baik di sekolah maupun konveksi yang selama ini bekerjasama dengan SMKN 7. Alhamdulillah semua sepakat dan barang-barang itu bisa dilepas dengan harga yang jauh lebih murah,” jelas Rosihotul.

Menurutnya, barang yang dijual kepada masyarakat untuk aksi sosial itu, bukanlah barang sortiran. Semua tetap barang baru dan layak jual. Pihaknya selama ini tidak pernah menjual barang cacat produksi atau jelek. “Semua barang baik dan layak pakai,” tambahnya.

Seorang siswa, Isnaeni, 16, mengaku senang bisa terlibat penjualan barang untuk donasi bencana. Selama ini ia kerap terlibat dalam pembuatan aneka produksi di sekolahnya. Kegiatan itu dilakukan di luar jam sekolah.

“Kami menjual dan diarahkan untuk kegiatan sosial. Ini cukup menarik dan semoga yang kami lakukan ini memberikan manfaat bagi saudara kita yang tertimpa musibah,” kata Isnaeni.

Pantauan Radar Jogja, selain ada penjualan barang dari SMKN 7, ada beberapa elemen masyarakat lain yang melakukan aksi galang dana di ajang CFD. Seperti halnya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) yang memanfaatkan panggung amphitheatre untuk menempatkan sound system dan memandu mahasiswa mengedarkan kotak-kotak sumbangan.

Sedangkan komunitas yang lain ada yang menyusuri sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo dan menyapa setiap warga yang ada. (udi/laz/zl/mo2)