JOGJA – Duel ketat langsung tersaji antara tim basket putra Padmanaba (SMAN 3 Jogjakarta) dan Namche (SMAN 6 Jogjakarta) dalam laga perdana Grup D, Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2018, Jumat (5/10). Saling jual beli serangan sejak jump ball sampai detik terakhir.

Meskipun menang, pelatih Namche Rizal Haqqi menilai masih banyak yang perlu diperbaiki Noval Bintang Syahputra dkk. Sehingga pertandingan berikutnya bisa lebih maksimal.

“Secara keseluruhan masih belum puas. Anak-anak seharusnya masih bisa lebih maksimal. Masih ada yang perlu diperbaiki. Tapi adaptasi pertandingan pertama untuk pembelajaran game berikutnya,” katanya usai pertandingan.

Rizal menilai, poin timnya didapat lebih banyak karena kemampuan individu pemain. Bukan karena memaksimalkan kerjasama tim di lapangan.

“Itu juga jadi masalah bagi kami. Harus bisa bermain sebagai tim. Selanjutnya penekanan ke defense sama rebound. Team rebounds defense dan offensive lebih disiplin,” tuturnya.

Ketatnya pertandingan tersebut terlihat dari perolehan poin. Kedua tim baru memasuki menit kelima baru mencetak skor. Kuarter pertama ditutup 5-4 untuk Namche.

Memasuki kuarter kedua, Namche tetap dengan gaya main yang sama, sedangkan Padmanaba mencoba lebih agresif. Namche mendapatkan beberapa kali free throw namun kerap luput. Memasuki ruang ganti Namche masih unggul tipis 7-6.

Tertinggal, padmanaba meningkatkan intensitas serangan selepas rehat. Namun di kuarter ketiga mereka belum mampu menambah poin.
Sedangkan Namche mampu menambah dua poin. Detik-detik terakhir menjadi menegangkan karena papan skor menunjukkan poin keduanya 11-8. Namche yang unggul masih bisa terkejar di sisa kurang dari semenit.
Sedangkan Padmanaba mendapatkan dua tembakan bebas. Sayang dua kali tembakan tersebut gagal dimaksimalkan.

“Sebenarnya pertandingan imbang secara permainan. Tapi anak-anak mentalnya belum kuat. Ada yang grogi, karena banyak yang masih kelas X. Tapi meskipun pengalaman kurang, strategi sudah jalan,” kata pelatih Padmanaba Yudith Prabawa.

Dia berharap dengan membangkitkan semangat anak asuhnya bisa meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya. (riz/iwa)