JOGJA – Menjelang puncak peringatan HUT ke-262 Kota Jogja pada Minggu (7/10), Pemkot Jogja menggelar prosesi jamasan pusaka tombak Kyai Wijayamukti.

Tombak itu merupakan pemberian Raja Keraton Jogja pada Pemkot Jogja pada peringatan HUT Pemkot Jogja ke-53 7 Juni 2000 silam.

Sejak itu tombak dengan pamor wos wutah wengkon dengan daphur kudhuping gambir ini memiliki gagang sepanjang 2,5 meter dan terbuat dari kayu walikunkun itu disimpan di ruang kerja Wali Kota Jogja. Berbeda dari sebelumnya, jamasan tombak pusaka digelar lebih semarak kemarin (4/10).

Termasuk dengan dikirab mengelilingi komplek Balai Kota Jogja oleh abdi dalem dan 18 kelurahan budaya serta dua rintisan kelurahan budaya.
Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi dipercaya menjadi orang yang membersihkan tombak yang dibuat pada 1921 atau masa pemerintahan Hamengku Buwono VIII itu.

Ini adalah kali pertama HP melakukan jamasan. Menurut dia tombak Kyai Wijayamukti adalah harapan dari Raja Keraton Jogja kepada Pemkot untuk membawa masyarakat Jogja memiliki kehidupan yang sejahtera.

“Ini seperti pesan. Kalau sekarang bisa surat, tapi kalau Raja memberikannya dalam bentuk pusaka,” kata HP.

Untuk mengingat dan menjaga pesan tersebut, Pemkot sebagai pihak penerima pusaka harus membersihkan dan merawatnya. Dengan acara jamasan ini, Ketua DPD PAN Kota Jogja itu berharap bisa memberikan penyegaran kembali kepada Aparat Sipil Negara (ASN) untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jamasan itu seperti halnya kita mencuci baju setelah digunaka, supaya bersih kembali. Jika dikaitkan HUT Kota Jogja, ya saatnya kita memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat,” tambahnya.

Menurut dia masih banyak permasalahan yang harus cepat diselesaikan. Termasuk pembangunan infrastruktur, menata tata kota Jogja untuk menjadi Kota yang ramah untuk wisata dan pendidikan.

Sementara itu Camat Kraton Widodo Mudjiyanto, yang juga abdi dalem Keprajan dan memimpin prosesi jamasan, menjelaskan jamasan pusaka berguna untuk menjelaskan kepada masyarakat dan ASN agar mengetahui lebih mengenai pusaka yang dimiliki. Acara jamasan Pemkot dilakukan setelah acara jamasan yang diadakan di Keraton tiap selasa kliwon.

“Unsur budaya yang lebih ditonjolkan dalam jamasan kali ini,” tuturnya. (cr7/pra)