JOGJA – Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari dapil DIJ Afnan Hadikusumo makin optimis kembali terpilih. Itu setelah mendapatkan dukungan dari jaringan DPD Partai Gerindra DIJ. Selain mencoblos calon dari Partai Gerindra, untuk DPD mereka diminta mencoblos Afnan.

Bahkan seluruh calon legislatif (caleg) Gerindra di DIJ diminta turut memenangkan Afnan.”Struktur kepengurusan Gerindra DIY dari tingkat provinsi hingga ranting siap mendukung pak Afnan,” terang Ketua DPD Partai Gerindra DIY, Brigjend (Purn) TNI Nuryanto saat melakukan pertemuan bersama jajaran pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIJ di gedung dakwah PWM DIJ, jalan Gedongkuning, Yogyakarta, Selasa malam (2/10).

PWM Muhammadiyah sejak awal sudah mengusung cucu pahlawan nasional Ki Bagus Hadikusumo itu untuk kembali menjadi senator.
Dukungan Gerindra DIJ kepada Afnan tersebut berbanding dengan permintaan Gerindra agar Muhammadiyah di DIJ juga memenangkan pasangan capres – cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Tentu kami juga mohon dukungan pengurus Muhammadiyah untuk mendukung bapak Prabowo – Sandiaga,” kata pria yang mendapat gelar Keraton Jogja Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudahadiningrat, itu.

Pria yang akrab disapa Romo Nur itu mengungkapkan dukungan Muhammadiyah di DIJ akan sangat besar dalam memenangkan Pilpres 2019. Sebab DIJ merupakan basis besar Muhammadiyah.

Sementara itu Sekretaris DPD Partai Gerindra DIJ Dharma Setiawan menyatakan setidaknya tiga pertimbangan kenapa Gerindra DIJ mendukung Afnan. Yaitu karena majunya Afnan sebagai calon senator tidak untuk mewakili partai politik, Afnan dianggap memiliki komitmen menjaga Keistimewaan DIJ serta ada kesamaan visi untuk memenangkan Prabowo – Sandi dalam Pilpres, April 2019.

“Kami intruksikan kepada caleg – caleg Gerindra untuk bekerjasama dengan kader – kader Muhammadiyah. Karena yang saya ketahui Muhammadiyah sudah memutuskan bahwa pak Afnan menjadi calon satu satunya di DPD RI,” terangnya.

Wakil Ketua DPRD DIJ itu mengatakan pada pemilu 2014, elemen Gerindra DIJ diarahkan mendukung GKR Hemas sebagai calon DPD. Untuk pemilu 2019, pihaknya akan menggeser dukungan kepasa Afnan.”Kalau secara partai tidak mendukung. Tapi sebagai caleg di Gerindra akan kami arahkan. Yang kemarin kami mendukung Bu Ratu (GKR Hemas). Dan dukungan kami kepada Pak Afnan ini sebelumnya sudah kami sampaikan kepada Bu Ratu, beliau menyambut baik, sangat bergembira terhadap keinginan kami. Sehingga langkah kami semakin matang,” katanya.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Sinarbiyat Nujanat, Yose Rizal dan beberapa perwakilan pengurus tingkat DPC (Kabupaten). Sedangkan dari PWM DIY hampir seluruh pengurus inti hadir, termasuk Ketua PWM DIJ Gita Danu Pranata. Dalam sambutannya Gita menyatakan secara normatif bahwa Musyawarah Pimpinan Wilayah Khusus (Muspimwilsus) PWM DIJ telah memutuskan calon DPD dari unsur Muhammadiyah adalah Afnan. Adapun posisi Muhammadiyah DIJ terhadap partai politik tetap akan menjalankan amanat Pimpinan Pusat Muhamnadiyah.

“Yang mana ditegaskan Muhammadiyah tidak langsung melaksanakan kegiatan politik praktis. Tidak bergerak pada aspek poltik praktis. Tetapi mempersilahkan, juga memfasilitasi kader yang potensi, yang ingin berhikmah di politik,” tutur dia.

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM DIJ Arif Jamali Muis mengatakan pertemuan rapat pleno PWM bersama partai politik tersebut baru kali pertama terjadi. Hal itu baik untuk dikembangkan, untuk menguatkan gerakan Muhammadiyah kaitan dalam membangun bangsa.

“Muhammadiyah adalah tenda besar bangsa. Kami sebenarnya ingin membangun bersama seluruh elemen. Tidak mungkin kita membangun DIJ membangun negara hanya Muhammadiyah sendiri. Karena itu bagi Muhammadiyah harus membuka diri kepada siapapun,” katanya.

Menurutnya kunjungan DPD Partai Gerindra DIJ ke PWM DIJ tidak bisa dimaknai sebagai dukung mendukung saja. “Bukan karena pak Afnan punya ini, Gerindra punya yang lain. Tapi ide besarnya adalah bagaimana membangun kemajuan di DIJ atau di nasional,” katanya.

Ketua Tim Sukses Afnan Hadikusumo, Ahmad Syauqi Soeratno memaknai pertemuan tersebut juga mengingatkan kunjungan caprea Prabowo ke gedung PP Muhammadiyah di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dapat dimaknai untuk mengaitkan kepentingan perjuangan Muhammadiyah dalam membangun bangsa, bukan sekedar untuk dukung- mendukung. “Muhammadiyah menjadi bagian dari pendiri negeri ini. Afnan merupakan salah satu tokoh perumus Pancasila. Jadi, kalau sekarang ada yang teriak – teriak Pancasila, bagi Muhammadiyah masalah itu sudah katam,” kata putra mantan Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Chamamah Soeratno, itu.

Sementara itu Afnan yang tidak bisa hadir dalam pertemuan tersebut, saat dikonfirmasi, menyambut baik dukungan politik tersebut. “Saya sangat menyambut baik kalau ada elemen partai yang ingin membantu sepanjang tujuannya untuk kemashalatan ummat,” ucap dia. (pra/ong)