MAGELANG – Langkah taktis dilakukan Pemkot Magelang sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dalam rangka penggalangan donasi, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memerintahkan sekretaris daerah setempat untuk membuat surat edaran (SE). Surat edarat ditujukan kepada aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan masyarakat.

Langkah tersebut merujuk pengalaman ketika warga Kota Magelang membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.
Menurut Sigit, donasi bagi korban gempa Lombok terkumpul lebih dari Rp 228 juta. Dana tersebut langsung diserahkannya kepada Pemerintah Daerah Lombok Utara.

Kini Sigit kembali mengetuk hati warganya untuk melakukan hal serupa bagi korban gempa Sulteng. Untuk menyumbang dana bantuan sukarela.
Sigit sangat apresiatif atas kepedulian warganya terhadap korban bencana di Tanah Air. Apresiasi tersebut disampaikan saat sarasehan temu kader pemberdayaan masyarakat 2018 di Pendapa Rumah Dinas Wali Kota Magelang kemarin.

Aksi peduli gempa dan tsunami Sulteng juga terus digalakkan di Jogjakarta. Bukan hanya mahasiswa dari kampus-kampus ternama menggalang dana kemanusiaan. Kodam IV/Diponegoro juga menyiapkan pasukan untuk dikirim ke Palu dan Donggala. Terdiri atas 3 SSK sebanyak 325 prajurit dari Batalyon Infantri 403/Wirasada Pratista (WP).

Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni memastikan pasukannya siap diberangkatkan kapan saja. Hanya, kepastian jadwal pemberangkatan mereka menunggu informasi lebih lanjut, sesuai kebutuhan daerah terdampak bencana.

“Selain logistik, tiap prajurit dilengkapi peralatan medis dan bantuan kemanusiaan,” ujarnya usai meninjau kesiapan pasukan di Mako Batalyon Infanteri 403 WP kemarin.

Ada pembagian tugas bagi tiap prajurit. Ada yang membantu dalam penanganan medis para korban, evakuasi, dan menjaga keamanan lingkungan. Seperti diketahui, gempa dan tsunami di Sulteng berdampak pada stabilitas keamanan daerah setempat.

Komandan Batalyon Infanteri 403 Letkol Inf Agus Indra Gunawan akan memimpin langsung prajuritnya. Ihwal manajemen penanganan bencana, menurut Agus, beberapa prajuritnya berpengalaman dalam mitigasi. Sebagian prajurit yang akan diberangkatkan ke Palu dan Donggala berpengalaman dalam penanganan bencana di Jogjakarta. “Beberapa prajurit juga punya pengalaman dalam penanganan pascabencana tsunami Aceh 2004 lalu,” katanya.

Sementara prajurit TNI sibuk mempersiapkan diri untuk pemberangkatan ke Sulteng, puluhan mahasiswa Jogjakarta berpanas-panasan di beberapa simpang jalan.

Mereka menyodorkan kardus kepada setiap pengendara mobil maupun sepeda motor untuk meminta sumbangan. Dana sumbangan yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu korban gempa dan tsunami Sulteng. Seperti dilakukan beberapa mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) di perempatan Taman Pintar, Kota Jogja. Mereka menggalang donasi dari masyarakat sejak Selasa (2/10). Aksi direncanakan sampai Jumat (5/10).

“Dana terkumpul akan kami salurkan lewat Asrama Mahasiswa Palu di Jalan Kusumanegara,” ungkap Tomi, salah seorang aktivis mahasiswa UST.

Beberapa mahasiswa juga ada yang menggalang dana di Simpang Empat Sayidan dan Jogja Tronik. Kemarin tampak pula belasan mahasiswa mengumpulkan donasi dari pengguna jalan di sepanjang Ring Road Utara.(dem/dwi/mg5/din/yog)