JOGJA – Salah satu ruas jalan di Flyover Janti kemarin (1/10) sore ditutup. Persisnya ruas jalan yang dilintasi kendaraan dari arah Bantul menuju Klaten atau Solo. Itu seiring dengan perbaikan ruas jalan sisi kanan flyover selama enam hari ke depan. Seluruh kendaraan besar seperti truk dan bus pariwisata ke arah Klaten atau Solo diarahkan melalui Jalan Wonosari menuju Jalan Piyungan-Prambanan.

Pejabat Pembuat Komitmen Satker PJN Denita menargetkan penutupan ruas jalan sisi kanan selama tujuh hari. Itu untuk pembongkaran sekaligus pemasangan tujuh bantalan baru. Sebab, bantalan karet penyambung antarbeton di jembatan menikung tersebut aus. Nah, pemasangan setiap satu blok bantalan setidaknya membutuhkan waktu hingga 18 jam.

”Estimasi setiap titik 18 jam itu adalah setting untuk lem (bantalan). Pengaruhnya adalah daya tahan terhadap beban yang melintas di atasnya,” jelas Denita di Flyover Janti kemarin.

Ada dua pihak yang digandeng Satker PJN menjelang perbaikan ini. Yakni, Dinas Perhubungan DIJ dan Ditlantas Polda DIJ. Langkah ini diambil atas dasar pertimbangan jalur krusial. Seperti diketahui, jembatan tersebut menjadi penghubung kawasan Sleman dengan Bantul dan Gunungkidul.

“Kami juga berkoordinasi untuk manajemen lalu lintas khususnya titik kemacetan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda DIJ AKBP Tri Iriani memastikan ada rekayasa jalan selama perbaikan. Kendaraan besar jenis truk dan bus pariwisata menuju Klaten atau Solo dialihkan melalui jalan Wonosari. Lalu, diarahkan menuju Jalan Piyungan-Prambanan. Kendati begitu, hingga kemarin petang tidak sedikit truk dan bus pariwisata yang masih melewati flyover. Persisnya ruas jalan sebelah kiri.

Dampaknya, kemacetan di Jalan Ring Road Timur tak terhindarkan.
Dari itu, Tri menyarankan kendaraan dari arah Bantul yang ingin memasuki wilayah Kota Jogja melalui simpang empat Blok O. Tepatnya ke arah Jogja Expo Center.

Terkait potensi kemacetan, perwira menengah dua melati di pundak itu menyadarinya. Sebab, sebelum dilakukan penutupan, kepolisian telah melakukan uji coba. Dalam uji joba selama satu jam itu kendaraan hanya bergerak lambat.

”Kami sifatnya hanya membantu pengalihan (arus lalu lintas),” tuturnya.
Atas dasar itu pula, Tri meminta ada pemasangan rambu-rambu petunjuk rekayasa lalu lintas yang memadai. Persisnya di Simpang Empat Ketandan, dan Blok O. Tujuannya agar pengendara tidak kecele.

”Jangan hanya tulisan, tapi ada petunjuk arah dan tulisannya diperjelas,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Tri juga meluruskan informasi yang sempat beredar di tengah masyarakat. Dalam informasi itu disebutkan bahwa seluruh ruas Flyover Janti bakal ditutup total. Seluruh kendaraan bakal dialihkan melalui ruas jalan di bawah flyover. Padahal, ruas jalan ini telah ditutup permanen.

”(Ruas jalan flyover) yang ditutup sementara hanya satu. Dua ruas jalan lainnya tidak,” tegasnya. (dwi/zam)