PURWOREJO – Pemusnahan barang sitaan hasil penggeledahan kamar warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Purworejo mewarnai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman rutan setempat, kemarin (1/10).

Barang sitaan itu, di antaranya, korek api bekas, batu baterai bekas, silet, kerokan jenggot, pisau buah dan lain sebagainya, dan juga barang lain yang mengancam gangguan keamanan dan ketertiban Rutan Purworejo.

Kepala Rutan Purworejo Lukman Agung Widodo mengungkapkan, penggeledahan kamar warga binaan dilakukan dua kali dalam seminggu. Rapatnya jadwal pemeriksaan dikarenakan pihaknya tidak ingin kecolongan dengan keberadaan yang tidak pada tempatnya.

“Dan pemusnahan barang sitaan itu kami selalu melibatkan pihak luar seperti dari kepolisian dan TNI,” jelas Agung.

Bersamaan peringatan hari Kesaktian Pancasila, pihaknya sengaja menghadirkan Kapolsek dan Danramil Purworejo Kota untuk secara bersama melaksanakan upacara bendera. Mereka juga diminta turut melakukan pemusnahan barang yang disita.

“Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan dihancurkan,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan, di Rutan Purworejo tidak ada barang-barang sitaan lain seperti ponsel dan narkoba. Karena ini merupakan komitmen bersama dalam memberantas ponsel dan narkoba seperti yang yang diamanatkan Permen No 33 Tahun 2015 tentang Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara.

“Harapan kita bersama adalah terwujudnya keadaan rutan yang aman dan nyaman bebas dari ponsel, narkoba dan gangguan keamanan serta ketertiban,” tambahnya.

Prosesi upacara sendiri berjalan lancar. Tidak hanya petugas, warga binaan pun turut serta dalam upacara. Membacakan sambutan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yassona A Laoly, Agung menyampaikan Pancasila harus dipahami sebagai dasar ideologi negara, Pancasila juga sebagai sumber dari segala sumber hukum, bahkan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa. (udi/laz)